Ketiga indeks utama Wall Street berhasil merangkak naik pada penutupan perdagangan Rabu (23/4). Investor optimistis dengan stimulus yang dikeluarkan pemerintah AS untuk mengatasi ekonomi akibat pandemi virus corona.
Minyak mentah AS, acuan West Texas Intermediate (WTI) dan Brent juga naik lebih tinggi, setelah jatuh dalam dua hari terakhir dan mengirim indeks energi S&P 500 naik 2,8 persen.
Dilansir Reuters, Kamis (23/4), Dow Jones Industrial Average naik 343,40 poin atau 1,49 persen pada 23.362,28, indeks S&P 500 naik 41,58 poin atau 1,52 persen pada 2.778,14, dan Nasdaq Composite naik 149,96 poin atau 1,81 persen pada 8,413.19.
Seluruh sektor di S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, karena Senat AS menyetujui paket bantuan sebesar USD 484 miliar. Ini menambah paket stimulus yang sebelumnya telah digelontorkan pemerintah AS senilai triliunan dolar dan mampu membuat Wall Street rebound dari posisi terendah Maret lalu.
“Investor memandang, ekonomi sangat berbeda dari kondisi pasar. Pasar mendapat banyak dukungan dari Federal Reserve dan pemerintah dan cepat bergerak. Sementara perekonomian hanya mendapatkan beberapa bantuan, namun perekonomian akan bergerak pada kecepatan yang berbeda,” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.
Benchmark S&P 500 masih 17 persen di bawah rekor tertinggi, akibat penutupan aktivitas bisnis di sejumlah negara memicu PHK dan menurunkan belanja konsumen.
Di AS, jumlah klaim pengangguran diproyeksi akan terus bertambah. Pekan lalu, ada 5,5 juta klaim pengangguran.
Selain itu, aktivitas industri manufaktur diprediksi mengalami penurunan ke level terendah sejak krisis keuangan 2008.
Saham Chipotle Mexican Grill Inc melonjak 8,7 persen, setelah perusahaan makanan ini melaporkan penjualan digital dan pengiriman rumah melonjak. Perusahaan juga mengatakan memiliki cukup uang tunai atau likuiditas hingga tahun depan.
Texas Instruments Inc naik 3,5 persen, setelah perusahaan teknologi dan semikonduktor ini melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan.
Netflix Inc juga memproyeksi jumlah pelanggan baru lebih dari dua kali lipat di kuartal I 2020. Namun, sahamnya turun 3,6 persen karena proyeksi kuartal II 2020 yang akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Delta Air Lines Inc juga melaporkan kerugian pada kuartal I 2020, terendah dalam sembilan tahun terakhir. Namun sahamnya naik 3,5 persen, setelah operator penerbangan mengatakan harga bahan bakar yang lebih murah akan memangkas biaya operasional hingga setengahnya di kuartal saat ini. (*)