Pada perdagangan Kamis (2/6/2022) kemarin, Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir naik tajam. Hal ini usai pasar saham AS melakukan pemulihan moderat dalam beberapa sesi terakhir.
Dikutip dari Reuters, Jumat (3/6/2022), indeks S&P 500 naik 1,84 persen untuk mengakhiri sesi di 4.176,82 poin. Nasdaq naik sebesar 2,69 persen menjadi 12.316,90 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik sebesar 1,33 persen menjadi 33.248,28 poin.
Sejumlah saham teknologi menguat. Saham Tesla, Nvidia, dan Meta Platforms masing-masing melonjak 4 persen, menjadi yang tertinggi mendongkrak S&P 500 dan Nasdaq. Sementara saham Amazon naik 3,1 persen dan Apple terkerek 1,7 persen.
Meski begitu, para investor masih memiliki kekhawatiran serta memperdebatkan apakah aksi jual terburuk yang telah mendominasi Wall Street pada 2022 akan berakhir. Pasalnya, saham AS pulih dari penurunan pada hari sebelumnya setelah Wakil Ketua The Fed Lael Brainard memberi dukungannya terhadap beberapa kenaikan suku bunga setengah poin persentase lagi.
Tidak hanya itu saja, Brainard juga melihat hanya sedikit kasus untuk menghentikan kenaikan suku bunga pada bulan September jika tekanan harga gagal mereda.
Saat ini, S&P 500 turun sekitar 13 persen dari rekor penutupan tertinggi pada awal Januari. Dari 11 indeks sektor S&P 500, hanya 10 yang naik dan dipimpin naik oleh Consumer Discretionary (.SPLRCD) sekitar 3,03 persen serta diikuti oleh kenaikan 2,69 persen untuk Material (.SPLRCM).
Chief Equity Strategist U.S. Bank Wealth Management, Terry Sandven mengatakan pergerakan saham masih terkendala inflasi.
“Volatilitas telah menjadi norma, tidak terkecuali. Saham disandera oleh inflasi dan sampai inflasi terkendali. Volatilitas kemungkinan akan tetap tinggi,” ujar Sandven di Minneapolis.
Di sisi lain, penggajian swasta di AS meningkat jauh lebih rendah dari yang diharapkan pada Mei. Berdasarkan laporan ADP National Employment, tercatat permintaan tenaga kerja mulai melambat di tengah suku bunga yang lebih tinggi dan kondisi keuangan yang ketat.
Analis memperkirakan ekonomi telah menambahkan 325.000 pekerjaan bulan lalu. Sementara, para investor terus mencari tanda-tanda baru dari kesehatan ekonomi AS dan seberapa agresif The Fed dapat terus menaikkan suku bunga.