Pada perdagangan Kamis (21/7/2022), indeks Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir lebih tinggi. Hal tersebut didorong oleh meningkatnya saham Tesla.
Mengutip Reuters, Jumat (22/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 162,06 poin, atau 0,51 persen, menjadi 32.036,9, S&P 500 (.SPX) naik 39,05 poin, atau 0,99 persen, menjadi 3.998,95 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 161,96 poin, atau 1,36 persen, menjadi 12.059,61.
Saham Tesla (TSLA.O) melonjak 9,8 persen setelah membukukan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Keuntungan ini membantu mengimbangi penurunan saham telekomunikasi dan energi, sementara saham AT&T Inc (TN) jatuh, membuat saham telekomunikasi turun setelah operator nirkabel memangkas perkiraan arus kasnya dengan mengatakan beberapa pelanggan menunda pembayaran tagihan. Saham energi tergelincir karena harga minyak mentah yang lemah.
Penasihat Investasi dan Manajer Portofolio di Cozad Asset Management, J. Bryant Evans, mengatakan gambaran pendapatan mungkin sedikit lebih baik daripada yang dikhawatirkan investor.
“Kami investor berpikir sektor teknologi telah turun terlalu jauh, dan mungkin ada beberapa peluang penilaian di sana,” kata Evans.
Amazon (AMZN.O) dan Apple (AAPL.O) masing-masing naik 1,5 persen. Kedua perusahaan tersebut akan melaporkan pendapatan mereka pada 28 Juli.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di wilayah positif, dengan pilihan konsumen (.SPLRCD), perawatan kesehatan (.SPXHC) dan teknologi informasi (.SPLRCT) membukukan kenaikan terbesar masing-masing bertambah lebih dari 1 persen.
Pelaku pasar semakin khawatir dengan keputusan The Fed minggu depan. Sebab, mereka memproyeksi Bank Sentral AS itu akan menaikkan kembali suku bunga sebesar 75 basis poin.
Keputusan suku bunga Fed minggu depan akan diikuti oleh data produk domestik bruto AS kuartal kedua yang penting, yang kemungkinan akan kembali negatif.
MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (22/7). Kemarin, IHSG ditutup melemah 10,61 poin (-0,15 persen) ke level 6.864,13.
Research Analyst Artha Sekuritas, Dennies Christopher, memperkirakan IHSG menguji di level 6.771-6.817 dan resistensi di rentang 6.90-6.939.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah dengan rentang terbatas sejak awal perdagangan didorong oleh antisipasi kebijakan suku bunga BI yang akhirnya ditetapkan di level 3,50 persen.
Di sisi lain, kekhawatiran akan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang signifikan mulai mereda. Ia memprediksi pada perdagangan hari ini IHSG dapat mengalami penguatan.
“IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low berpotensi menguat dan uji resistensi terdekat di MA50. Di sisi lain, suku bunga yang tetap rendah diharapkan mampu mendorong perekonomian agar tetap kuat,” kata Dennies dalam analisisnya, Jumat (22/7).
Hal serupa juga dikatakan CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya. Dia mengatakan IHSG saat ini masih terlihat akan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi kenaikan jangka panjang.
“Momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham-saham yang memiliki market kapitalisasi besar dan berfundamental bagus. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” jelas William.
William memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang 6.721-6.956. Berikut saham yang direkomendasikan William:
– PT XL Axiata Tbk (EXCL)
– PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
– PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
– PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
– PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
– PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
– PT Astra International Tbk (ASII)
– PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
– PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)