Ketiga indeks saham utama AS melesat pada penutupan perdagangan Wall Street Senin (16/11). Perkembangan vaksin COVID-19 yang semakin dekat menumbuhkan harapan investor tentang pemulihan ekonomi.
Mengutip Reuters, Selasa (17/11), Dow Jones Industrial Average naik 470,63 poin atau 1,6 persen menjadi 29.950,44, indeks S&P 500 naik 41,76 poin atau 1,16 persen menjadi 3.626,91, dan Nasdaq menambahkan 94,84 poin atau 0,8 persen menjadi 11.924,13.
Ketiga indeks saham utama AS itu naik dengan rekor penutupan barunya, blue-chip Dow berhasil menempati posisi tertinggi sejak Februari.
Moderna Inc mengatakan vaksin COVID-19 eksperimentalnya 94,5 persen efektif mencegah infeksi. Sebelumnya Pfizer Inc juga mengumumkan data percobaan yang menjanjikan dalam pengembangan vaksin COVID-19. Saham keduanya naik sekitar 9,6 persen.
Sembari menunggu data lebih lanjut perkembangan vaksin corona, AS memiliki 60 juta dosis darurat yang tersedia tahun ini.
Meski demikian, kasus COVID-19 terus melonjak di AS, dengan jumlah kasus melewati 11 juta dan mencatat infeksi di 40 negara bagian. Hal ini mendorong negara bagian untuk memperketat mandat jarak sosial.
“Berita vaksin lebih banyak mendorong market. Jika ekonomi dibuka kembali lebih cepat dari yang diharapkan, ini kemungkinan bisa mengembalikan kepercayaan pasar seperti normal,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut.
Saham terkait perjalanan, yang telah hancur akibat pembatasan wilayah, kini kembali diminati. Saham United Airlines Holdings Inc, American Airlines Group Inc, Carnival Corp, dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd melonjak antara 4,5 persen hingga 9,7 persen.
Kinerja ritel sangat dinanti investor pekan ini. Walmart Inc dan Home Depot Incakan melaporkan kinerjanya pasa hari Selasa, sementara Lowe’s Companies Inc dan Target Corp pada hari Rabu.
Kinerja ritel akan memberikan sinyal konsumsi masyarakat di tengah pemulihan ekonomi yang lesu karena stimulus yang tak kunjung diperpanjang.
Volume di bursa saham AS adalah 10,90 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 10,21 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.