Wall Street Melesat Setelah Saham Tesla hingga Apple Ramai Dibeli

Pada penutupan perdagangan Kamis (25/3/2021), ketiga indeks utama Wall Street melesat. Demi mengantisipasi ekonomi AS yang tumbuh lebih cepat di tahun ini, investor melakukan aksi beli saham.

Melansir Reuters, Jumat (26/3), Dow Jones Industrial Average naik 199,42 poin atau 0,62 persen menjadi 32.619,48, indeks S&P 500 naik 20,38 poin atau 0,52 persen menjadi 3.909,52, dan Nasdaq menambahkan 15,79 poin atau 0,12 persen menjadi 12.977,68.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan adanya penurunan jumlah orang Amerika yang mengeklaim asuransi pengangguran.

Klaim tunjangan pengangguran itu bahkan turun ke level terendah selama satu tahun. Hal ini memberikan sinyal bahwa ekonomi AS berada pada pertumbuhan yang lebih kuat, ditambah situasi kesehatan masyarakat yang membaik.

Investor pun kembali membeli sejumlah saham di sektor teknologi yang sempat anjlok. Apple Inc dan Tesla Inc juga memimpin kenaikan, masing-masing sahamnya meningkat 0,4 persen dan 1,6 persen.

“Ini adalah pasar saham yang sangat membingungkan, tidak ada kepastian. Suatu hari saham terkait perekonomian naik, hari berikutnya sektor teknologi. Tapi sisi positifnya adalah tidak ada penjualan yang dilakukan secara agresif,” ujar Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

Proyeksi ekonomi AS yang kuat menimbulkan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Hal ini terlihat dari lompatan imbal hasil US Treasury tenor sepuluh tahun yang melebihi 1,7 persen, meskipun saat ini mulai melambat di kisaran 1,6 persen.

“Itu terjadi karena kami sedang memvaksinasi dan terjadi saat ekonomi dibuka kembali. Itu semua terjadi karena kami akan mendapatkan angka PDB satu digit yang sangat besar dan tinggi tahun ini,” katanya.

Saham Nike Inc turun 3,4 persen, karena raksasa barang-barang olahraga itu menghadapi reaksi media sosial China atas komentarnya tentang laporan kerja paksa di Xinjiang.

Volume di bursa AS adalah 12,69 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 13,84 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

 

Leave a Comment