Wall Street Melesat setelah Produsen Obat AS Klaim Uji Coba Vaksin Corona Berhasil

Mengawali kuartal III 2020, dua indeks utama Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat pada perdagangan hari Rabu (1/7). Penguatan didorong meningkatnya optimisme penemuan vaksin Covid-19 yang diklaim aman dan efektif meredakan kekhawatiran global soal adanya pandemi gelombang dua.

Mengutip laporan Reuters, Kamis (2/7), Dow Jones Industrial Average turun 77,91 poin atau 0,3 persen menjadi 25.734,97. Sementara S&P 500 naik 15,57 poin atau 0,50 persen menjadi 3.115,86.

Sementara Nasdaq Composite naik 95,86 poin atau 0,95 persen ke 10.154,63. Sedangkan kenaikan indeks Dow Jones tertahan karena adanya penurunan saham Boeing Co sebesar 1,6 persen.

Saham Pfizer Inc naik lebih dari 3 persen setelah produsen obat itu mengatakan vaksin virus corona tengah dikembangkan bersama dengan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech. Perseroan mengklaim vaksin tersebut tampak menjanjikan dan terbukti dapat ditoleransi dengan baik dalam uji coba pada manusia di tahap awal.

Penguatan tersebut menempatkan Pfizer sebagai faktor pendorong utama kenaikan indeks S&P 500 dan Dow Industrials serta membantu meningkatkan pergerakan Wall Street.

Kabar tersebut juga menjadi angin segar ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat melaporkan adanya peningkatan 43.644 kasus baru.

Sedangkan saham BioNTech yang juga terdaftar di pasar bursa AS, sempat naik 18,9 persen sebelum akhirnya melemah dan justru berakhir turun 3,9 persen.

“Berita Pfizer tentu saja merupakan dorongan bagi pasar untuk bergerak lebih tinggi. Secara umum ini adalah momentum yang sangat positif, melihat penyebaran virus ini kembali meningkat, vaksin akhirnya (ditemukan), dan akhirnya ekonomi aman,” ungkap Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

Optimisme investor juga didukung beberapa data ekonomi yang mulai membaik karena lockdown telah mereda. Namun berita tentang kemajuan berbagai program vaksin COVID-19 ternyata menjadi perhatian utama para investor dan menjadi pendorong atas reli pergerakan Wall Street baru-baru ini.

Baca Juga:   Kesepakatan Dagang AS-China Tak Kunjung Usai, Wall Street Jatuh

Di sisi lain, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks aktivitas pabrik nasional melonjak ke angka 52,6 pada bulan lalu. Angka ini naik jauh dibanding Mei dengan indeks 43,1. Laporan ini mengakhiri kontraksi tiga bulan berturut-turut, ketika indeks selalu berada di bawah 50.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,57 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 13,46 miliar saham.

 

Leave a Comment