Ketiga indeks utama Wall Street melesat pada penutupan perdagangan menjelang Natal. Berbagai sentimen positif seperti stimulus fiskal, kesepakatan Brexit, hingga peluncuran vaksin dinilai menjadi angin segar hingga akhir tahun.
Dikutip dari Reuters, Senin (28/12), Dow Jones Industrial Average naik 70,04 poin atau 0,23 persen menjadi 30.199,87, indeks S&P 500 naik 13,05 poin atau 0,35 persen menjadi 3.703,06, dan Nasdaq bertambah 33,62 poin atau 0,26 persen menjadi 12.804,73.
Saham cenderung berkinerja baik selama Desember. Namun, adanya varian baru virus corona di sejumlah negara dan pelimpahan Senat yang akan datang di Georgia telah mengaburkan proyeksi tahun ini.
Dewan Perwakilan Rakyat AS memblokir upaya Presiden Donald Trump untuk mengubah bantuan virus corona senilai USD 2,3 triliun dan paket pengeluaran pemerintah, setelah Trump bersikeras untuk melakukan pembayaran langsung sebesar USD 2.000 kepada orang Amerika.
Langkah tersebut menimbulkan keraguan apakah paket yang disahkan oleh Kongres pada hari Senin akan ditandatangani menjadi undang-undang dan kembali menimbulkan ancaman penutupan sebagian pemerintah.
“Jika (stimulus) tidak disahkan dalam beberapa bentuk atau lainnya, itu akan berdampak bagi pengangguran,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.
Sementara itu, lebih dari satu juta orang Amerika telah diberikan vaksin COVID-19. Namun pemerintah AS kini tetap waspada terhadap varian baru virus corona di Inggris yang dinilai lebih menular dari sebelumnya.
Sepuluh dari sebelas sektor utama S&P 500 membukukan keuntungan, dipimpin oleh real estat.
Saham Alibaba Group turun 13,3 persen di tengah kabar China telah meluncurkan penyelidikan ke perusahaan tersebut sebagai bagian dari tindakan keras antitrust.
American Airlines Group Inc mengatakan pihaknya berencana untuk menarik kembali pekerja yang cuti atau dirumahkan. Namun hal ini diragukan, sahamnya merosot 1,4 persen.
Moderna Inc mengatakan bahwa mereka mengharapkan vaksin virus corona efektif melawan varian baru penyakit yang ditemukan di Inggris. Meski begitu, sahamnya ditutup turun 5,3 persen.
Volume di bursa AS adalah 6,14 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,30 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.