Wall Street Melesat Dipimpin Saham Teknologi dan Meredanya Kekhawatiran Batas Utang AS

XM broker promo bonus

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (7/10/2021), waktu Amerika Serikat, Wall Street melesat. Kenaikan Wall Street dipimpin Saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran batas utang AS memimpin kenaikan Wall Street.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,98 persen menjadi 4.754,94 poin, S&P 500 (.SPX) naik 0,83 persen menjadi 4.399,76, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 1,05 persen menjadi 14.654,02.

Saham-saham jumbo di sektor teknologi melonjak, misalnya Apple Inc (AAPL.O) naik 0,9 persen dan Amazon.com Inc (AMZN.O) naik 1,2 persen, menjadi faktor pendorong terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq. Tesla (TSLA.O) dan Google-parent Alphabet (GOOGL.O) keduanya naik lebih dari 1 persen.

Indeks material S&P 500 (.SPLRCM) melonjak 1,35 persen dan indeks discretionary konsumen (.SPLRCD) menguat 1,50 persen. Keduanya memimpin di antara 11 sektor.

Kekhawatiran Investor Terhadap Batas Utang AS Mereda

Dilansir dari Reuters, Jumat (8/10), gencatan senjata dalam kebuntuan batas utang di Kongres AS meredakan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan potensi gagal bayar (default) pada batas utang AS.

Senat AS mengambil langkah untuk melewati peningkatan USD 480 miliar dalam otoritas pinjaman Departemen Keuangan, yang akan menunda pertarungan partisan lainnya hingga Desember.

Ketidakpastian atas negosiasi pagu utang menjadi salah satu kekhawatiran investor pada September karena S&P 500 mencatat penurunan persentase bulanan terbesar sejak awal pandemi virus corona pada Maret 2020.

“(Pasar) hari ini didorong oleh sedikit pergerakan di Washington menuju rasionalitas tentang kemampuan membayar tagihan mereka, menulis beberapa cek,” kata Kepala Investasi Bokeh Capital Partners di Pittsburgh, Kim Forrest.

Sementara itu, data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu paling banyak dalam tiga bulan. Ini menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja mendapatkan momentum karena gelombang terbaru infeksi COVID-19 mulai mereda.

Baca Juga:   Mengenal Apa itu Deposito

Direktur Strategi Pasar di Alger, Brad Neuman, mengatakan data hari ini memperkuat harapan bahwa lapangan kerja akan mengambil langkah signifikan dalam beberapa bulan mendatang. Menurutnya hal ini positif bagi perekonomian.

“Pasar memanjat dinding kekhawatirannya hari ini karena kekhawatiran kebuntuan batas utang surut dan harapan untuk percepatan kenaikan lapangan kerja diperkuat,” kata dia.

Saham China yang diperdagangkan di AS Alibaba Group Holding (9988.HK) dan Tencent Holdings (0700.HK) masing-masing melonjak sekitar 8 persen karena kekhawatiran seputar hubungan perdagangan AS-China dan krisis utang Evergrande (3333.HK) tampaknya mereda.

Investor akan melihat laporan pendapatan kuartal ketiga yang mulai tiba dengan sungguh-sungguh minggu depan. Analis memperkirakan laba per saham perusahaan S&P 500 naik 29 persen pada kuartal III 2021.

Saham Levi Strauss & Co (LEVI.N) melonjak 8,5 persen setelah pembuat jeans itu membalikkan perkiraan pendapatan dan laba kuartal III 2021.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (8/10). Sejumlah saham-saham rekomendasi layak disimak.

Direktur Utama PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, rentang konsolidasi dalam pola gerak IHSG kembali berhasil digeser ke arah yang lebih baik, pasca rilis data perekonomian cadangan devisa yang menunjukkan hasil yang baik.

“Capital inflow yang melaju ke dalam pasar modal Indonesia juga turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG,” katanya dalam riset harian, Jumat (8/10).

William memprediksi IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas dalam rentang 6.336-6.472. Adapun rekomendasi saham pilihannya adalah UNVR, HMSP, SMGR, BMRI, INDF, JSMR, ASRI.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai pergerakan IHSG hari ini akan melemah karena harga komoditas yang amblas kemarin. Secara teknikal, indikator stochastic yang bergerak di area overbought mengindikasikan penguatan mulai terbatas dan ada potensi koreksi jangka pendek.

Baca Juga:   Persaingan Ketat, Bunga Deposito Spesial Tahun 2019 Bakal Meningkat

“Harga komoditas mengalami koreksi juga akan menekan pergerakan harga saham di sektor energi. Investor akan cenderung wait and see mencermati rilis data ekonomi jelang akhir pekan,” katanya.

Dennies memperkirakan IHSG bergerak dengan support 6.335 hingga 6.254 dan resistance 6.469 hingga 6.522. Beberapa saham pilihannya adalah PGAS, WIKA, dan ADRO.

 

Leave a Comment