Wall Street Melemah karena Trump Bakal Kendalikan Facebook hingga Twitter

Ketiga indeks utama Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Kamis (28/5). Saham Facebook dan Twitter langsung anjlok setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang akan membuat aturan hukum sendiri pada media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Dilansir Reuters, Jumat (29/5), Dow Jones Industrial Average turun 147,63 poin atau 0,58 persen menjadi 25.400,64, indeks S&P 500 kehilangan 6,4 poin atau 0,21 persen menjadi 3.029,73, dan Nasdaq Composite turun 43,37 poin atau 0,46 persen menjadi 9.366,99.

Saham Twitter Inc (TWTR.N) turun 4,4 persen dan Facebook Inc (FB.O) turun 1,6 persen, menyusul pernyataan Trump yang menandatangani surat perjanjian untuk memperketat aturan hukum media sosial.

Seperti diberitakan BBC, Trump akan mendefinisikan kembali aturan hukum pada media sosial. Dengan kata lain, Facebook dan Twitter juga dapat digugat jika ada pengguna yang postingannya terbukti menipu.

Selain itu, hubungan AS-China yang memanas pun kembali berlanjut. Bahkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, Hong Kong kemungkinan akan diperlakukan sama dengan China dalam hal perdagangan.

Hubungan yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir antara AS dan China menjadi ancaman bagi pemulihan ekonomi, utamanya di pasar saham dari aksi jual.

“Kami prihatin keributan dengan China, itu hanya menyebabkan aksi jual dengan jumlah yang besar,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York, New York.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,25 miliar saham, cenderung datar dibandingkan dengan rata-rata 11,26 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment