Wall Street Kembali Anjlok karena Masih Dibayangi Kekhawatiran Corona

Indeks utama Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Rabu (18/3). Penurunan ini masih disebabkan kepanikan soal mewabahnya virus corona sehingga melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Dow Jones Industrial Average .JJI turun 1.338,46 poin, atau 6,3 persen menjadi 19.898,92. Sedangkan S&P 500 .SPX kehilangan 131,09 poin, atau 5,18 persen menjadi 2.398,1. Nasdaq Composite .IXIC turun 344,94 poin, atau 4,7 persen menjadi 6.989,84.

Dikutip dari Reuters, Kamis (19/3), kemarin sore Senat AS diketahui mengeluarkan undang-undang untuk menggelontorkan miliaran dolar guna menghadapi virus corona. Dana tersebut bakal digunakan untuk pengujian coronavirus secara gratis, cuti sakit yang dibayar dan peningkatan pengamanan.

Di tengah kecemasan tersebut, Intercontinental Exchange Inc (ICE.N), pemilik New York Stock Exchange, mengatakan bahwa NYSE untuk sementara waktu akan menutup lantai perdagangannya dan beralih sepenuhnya ke perdagangan elektronik mulai Senin.

NYSE mengkonfirmasi bahwa seorang broker dan seorang karyawan NYSE telah dinyatakan positif corona. Meski demikian NYSE menjamin bahwa perdagangan dan pengawasan peraturan semua sekuritas yang terdaftar di NYSE akan berlanjut tanpa gangguan.

Saat ini bandara dan hotel dilaporkan kosong. Bahkan maskapai meminta staf untuk mengambil cuti yang tidak dibayar agar perusahaan bisa membendung kerugian. Kondisi ini membuat indeks maskapai S&P 1500. SPCOMAIR merosot 20,8 persen pada hari Rabu. Saham operator hotel Hilton (HLT.N), Marriott (MAR.O) dan Hyatt (H.N) turun sekitar 12 persen dan 19 persen.

“Pasar benar-benar bereaksi terhadap rasa takut dan ketidakpastian. Harus ditemukan cara penahanan penyebaran virus dan membatasi korban ekonomi,” kata Nela Richardson, ahli strategi investasi di Edward Jones.

Seorang ekonom JP Morgan mengatakan ekonomi AS dapat menyusut 4 persen kuartal ini dan 14 persen kuartal berikutnya, dan untuk tahun ini kemungkinan akan menyusut 1,5 persen.

Baca Juga:   Beta Saham, Pengukur Risiko Pasar Yang Harus Diketahui Investor

Langkah-langkah stimulus diperkirakan hanya memberikan efek jangka pendek dalam ekuitas. Para investor mengkhawatirkan resesi global dan pelemahan yang bisa berlanjut hingga musim panas.

Sektor dalam indeks S&P yang punya kinerja terburuk pada perdagangan kemarin adalah sektor energi S&P 500. SPNY, yang ditutup pada level terendah sejak awal 2003. Futures minyak mentah AS turun hampir 17 persen pada hari Rabu, setelah menyentuh harga terendah mereka dalam 18 tahun.

Kekhawatiran tentang default utang massal atau write downs menekan pemberi pinjaman A.S., membuat subsektor perbankan S&P 500 .SPXBK turun 7,9 persen. Saham pembuat pesawat Boeing Co (BA.N), yang merupakan simbol kekuatan teknologi dan industri AS, merosot 17,9 persen lagi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 18,51 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 14,6 miliar saham.

 

Leave a Comment