Wall Street Ditutup Warna-warni, Efek Vaksin Johnson & Johnson Diwarnai Penolakan

Di tengah kekhawatiran tentang penghentian peluncuran vaksin Johnson & Johnson untuk COVID-19 dan inflasi AS yang kuat, indeks utama Wall Street ditutup warna-warni alias bervariasi pada perdagangan Selasa (13/4/2021).

Dikutip dari Reuters, Rabu (14/4), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merah, yakni turun 68,13 poin, atau 0,2 persen menjadi 33.677,27. Sementara S&P 500 ditutup di posisi hijau atau naik 13,6 poin, atau 0,33 persen pada 4.141,59. Sedangkan Nasdaq menghijau dengan kenaikan 146,10 poin, atau 1,05 persen pada 13.996,10.

Saham produsen obat mencapai level terendah dalam satu bulan hingga akhirnya ditutup minus 1,3 persen. Kontraksi ini disebabkan adanya ajakan untuk menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 setelah enam wanita dilaporkan mengalami pembekuan darah.

Sayangnya berita penolakan vaksin itu datang ketika data AS menunjukkan perbaikan pada indeks harga konsumen (CPI). Di sisi lain, emiten teknologi yang selama satu tahun ini berkembang pesat kembali mencatatkan kenaikan. Saham Apple Inc, Microsoft Corp, dan Amazon.com Inc ditutup menguat masing-masing naik antara 0,6 persen dan 2,4 persen.

“Sementara berita vaksin Johnson &Johnson dapat menyebabkan beberapa volatilitas jangka pendek, investor cukup teguh dalam keyakinan mereka pada pemulihan ekonomi penuh,” kata Mike Loewengart, direktur pelaksana strategi investasi di ETRADE Financial.

Musim laporan laba kuartal pertama dimulai hari ini, dengan sejumlah emiten yang akan merilis pendapatan mereka seperti Goldman Sachs, JPMorgan dan Wells Fargo. Analis memperkirakan pendapatan pada perusahaan-perusahaan S&P 500 akan melonjak 25 persen dari tahun sebelumnya.

Cryptocurrency dan firma terkait blockchain, Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings masing-masing naik 15 persen dan 1,9 persen. Sementara itu harga bitcoin melonjak 5,6 persen sehari menjelang pencatatan Coinbase, platform cryptocurrency terbesar di AS.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,3 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,4 miliar saham.

 

Leave a Comment