Pada perdagangan Rabu (4/8/2021), Bursa Saham Amerika Serikat berakhir tertekan. Sebagian besar indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah dengan S&P 500 terjun bebas dari rekor tertinggi sehari sebelumnya.
Reuters melansir, Dow Jones Industrial Average turun 323,34 poin atau 0,92 persen menjadi 34.793,06. Sementara S&P 500 terkoreksi 20,46 poin atau sebesar 0,46 persen ke level 4.402,7.
Adapun Nasdaq Composite mengalami tren berbeda sendiri, dengan kenaikan 19,24 poin atau setara 0,13 persen menjadi 14.780,5.
Sembilan dari 11 indeks S&P lebih rendah, di mana sektor industri dan energi terkoreksi karena data gaji pekerja swasta AS jauh lebih rendah dari apa yang diharapkan pada bulan Juli lalu. Ini disinyalir dipengaruhi faktor kekurangan pekerja dan bahan baku.
Selain itu, faktor kekhawatiran mengenai laju pertumbuhan ekonomi yang belum pulih dari tekanan resesi dan varian COVID-19 juga menjadi alasan lainnya. Termasuk bayang-bayang inflasi yang bisa lebih tinggi.
Pada perdagangan kemarin, saham GM (GM.N) terperosok nyaris 9 persen seiring ketidakpastian yang dihadapi produsen mobil global imbas gangguan teknologi dan perekonomian. Nasib yang sama juga dialami kompetitornya, Ford Motor Co (F.N) yang terkoreksi 5 persen.
Ahli Strategi Investasi di Baird, Louisville, Kentucky Ross Mayfield mengatakan, tidak stabilnya bursa saham AS memang dipengaruhi laporan ketenagakerjaan ADP kemarin yang menunjukkan kerugian. Di samping juga keberadaan varian delta dalam sebulan terakhir.
“Secara umum, evolusi lanjutan COVID-19 varian delta dalam beberapa minggu dan bulan terakhir, menjadi semacam penilaian ulang terhadap prospek pertumbuhan,” kata Mayfield.
Selain itu, pernyataan Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida bahwa bank sentral harus berada dalam posisi untuk mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023, juga turut mempengaruhi turunnya sentimen pasar saham ini.
TERTAHAN
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak tertahan hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.143 dan level tertinggi 6.184 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (4/8), IHSG ditutup menguat ke level 6.159,03 atau naik 0,46 persen.
“Secara sentimen IHSG berpotensi bergerak tertahan,” tulis Lanjar dalam risetnya, Kamis (5/8). Lanjar mengatakan hari ini investor akan fokus pada pengumuman PDB Indonesia di kuartal II. Menurutnya investor cukup optimistis dengan data PDB. “Investor optimistis pada konsensus data pertumbuhan PDB Indonesia yang akan rilis hari ini,” ujarnya.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG masih akan di warnai oleh hasil kinerja emiten selama semester satu hingga beberapa waktu mendatang.
Sementara itu rilis data PDB hari ini akan turut mewarnai pergerakan IHSG. William memprediksi PDB Indonesia berada dalam keadaan yang terkendali. Namun di sisi lain, rentang gerak IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan potensi tekanan yang masih cukup besar. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak terbatas,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).