Wall Street Ditutup Naik Signifikan Karena Saham Teknologi Melonjak

Pada perdagangan Jumat (28/1/2022), Wall Street ditutup naik signifikan. Kenaikan ini sekaligus mengakhiri minggu yang penuh gejolak yang ditandai oleh pendapatan perusahaan yang beragam, gejolak geopolitik, dan Federal Reserve yang semakin agresif. Dan, kenaikan tersebut merupakan rekor terbaik pada tahun ini.

Ketiga indeks saham utama AS memulai hari di zona merah, tetapi berubah semakin hijau seiring berjalannya sesi, dengan saham teknologi yang naik.

Dikutip dari Reuters, Senin (31/1), Dow Jones Industrial Average naik 564,69 poin, atau 1,65 persen menjadi 34.725,47, S&P 500 naik 105,34 poin, atau 2,43 persen menjadi 4.431,85, dan Nasdaq Composite menambahkan 417,79 poin, atau 3,13 persen menjadi 13.770,57.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, semua saham berakhir hijau kecuali energi. Saham teknologi naik paling tinggi 4,3 persen.

Meskipun S&P 500 dan Dow membukukan keuntungan, tetapi Nasdaq pada dasarnya berakhir datar pada minggu ini. Bahkan dengan lonjakan pada perdagangan Jumat lalu, S&P500 sejauh ini turun 7 persen pada tahun 2022, sementara Nasdaq dan Dow masing-masing turun 12 persen dan 4,4 persen selama periode waktu yang sama.

Sementara itu, The Fed memperjelas pada akhir pertemuan kebijakan moneternya pada Rabu bahwa mereka berniat untuk memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan secara lebih agresif daripada yang diperkirakan banyak pelaku pasar.

Musim pelaporan kuartal keempat berjalan lancar, dengan 168 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan mereka. Dari jumlah tersebut, 77 persen telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus.

Di sisi lain investor juga mencermati sejauh mana perusahaan memperkirakan tantangan pasokan global yang sedang berlangsung akan mempengaruhi laba mereka ke depan.

Saham Western Digital melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari yang diharapkan sehingga sahamnya turun 7,3 persen. Sedangkan saham Caterpillar Inc turun 5,2 persen setelah perseroan memperkirakan bahwa biaya produksi dan tenaga kerja yang lebih tinggi akan menekan margin keuntungan.

Saham Chevron Corp turun 3,5 persen karena laba kuartal keempat yang suram. Namun, lonjakan 7,0 persen terjadi pada saham Apple. Kenaikan ini merupakan dorongan terbesar untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq. Sementara itu saham Visa Inc melonjak 10,6 persen setelah perseroan mencatat bahwa terjadi peningkatan pengeluaran masyarakat untuk perjalanan internasional dan e-commerce.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 12,8 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 12,10 miliar saham.

 

Leave a Comment