Setelah tiga hari berturut-turut melemah, pada penutupan perdagangan Rabu (24/8/2022) waktu setempat,
Wall Street akhirnya menguat tipis. Penguatan terjadi karena terdongkrak saham energi dan teknologi.
S&P 500 naik 0,29 persen ke level 4.140,77. Nasdaq naik 0,41 persen menjadi 12.431,53, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,18 persen menjadi 32.969,23 poin.
Meski begitu, perhatian investor pasar modal tetap pada pertemuan di Jackson Hole, Wyoming, untuk melihat keputusan Federal Reserve terhadap laju suku bunga AS. Ada sejumlah pengusaha ingin The Fed naikkan suku bunga 50 basis poin (bps), ada yang juga ingin naik hingga 75 bps.
“Pasar menunggu waktunya untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang hal-hal yang paling penting, yaitu inflasi dan jalur suku bunga Fed,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di GLOBALT Investments di Atlanta dikutip dari Reuters, Kamis (25/8).
Untuk saham-saham yang mendongkrak Wall Street, di antaranya ada Intuit Inc (INTU.O) reli hampir 4 persen setelah pembuat perangkat lunak akuntansi memperkirakan pendapatan fiskal 2023 yang optimistis. Kenaikan Intuit mendorong indeks Nasdaq.
Saham Salesforce Inc (CRM.N) turun 5,5 persen menyusul laporan kuartalannya. Namun selama sesi perdagangan, saham penjual perangkat lunak bisnis telah naik 2,3 persen.
Semua 11 indeks sektor S&P 500 naik, dipimpin oleh energi (.SPNY), naik 1,2 persen, diikuti oleh kenaikan 0,71 persen di real estat (.SPLRCR).
Saham Peloton Interactive (PTON.O) melonjak lebih dari 20 persen setelah perusahaan sepeda stasioner mengatakan akan menjual produknya di Amazon (AMZN.O) dalam upaya untuk meningkatkan penjualan yang telah turun setelah berakhirnya penguncian pandemi. Baca selengkapnya
Nordstrom Inc (JWN.N) jatuh hampir 20 persen setelah pengecer memotong perkiraan pendapatan dan laba tahunannya, menjadi tanda bahwa inflasi menekan pengeluaran konsumen untuk pakaian dan alas kaki kelas atas.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis (25/8). Pada penutupan kemarin, IHSG menguat 31,44 poin (0,44 persen) ke level 7.194,70.
Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG berada di level support 7.134-7.164 dan resistance di rentang 7.214-7.234.
“Secara teknikal candlestick membentuk formasi outside up mengindikasikan potensi penguatan, membentuk higher high dan higher low dengan stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan jangka pendek,” ujar Dennies dalam risetnya, Kamis (25/8).
Dennies mengatakan pergerakan masih didorong musim rilis kinerja emiten per semester I 2022. Selain itu, investor juga menanti rilis beberapa data ekonomi dari Amerika Serikat. Dennies merekomendasikan saham KRAS, MEDC, dan TOWR.
Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mencermati pola gerak IHSG masih menunjukkan potensi kenaikan terbatas. Selama IHSG belum mampu ditutup di atas resisten level terdekat, maka masih akan cenderung bergerak sideways hingga beberapa waktu mendatang.
“Namun peluang kenaikan dalam jangka panjang masih terbuka mengingat minat investor yang tercermin dari data capital inflow masih cukup besar sepanjang tahun 2022,” terang dia.
Menurutnya, perkembangan kinerja emiten yang didorong oleh perbaikan perekonomian tercermin dari rilis data perekonomian yang stabil juga dapat turut mendongkrak kenaikan IHSG.
Saham yang direkomendasikan oleh William: UNVR, BMRI, SMGR, ICBP, ASII, TLKM, BBRI, PWON. (*)