Wall Street Ditutup Menguat, Setelah Joe Biden dan Xi Jinping Bahas Rusia-Ukraina

Pada perdagangan Jumat (18/3/2022), tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat. Saham teknologi memberikan dorongan terbesar penguatan itu. Penguatan indeks terlihat setelah pembicaraan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping mengenai krisis Ukraina berakhir tanpa kejutan besar.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,8 persen atau 274,17 poin menjadi 34.745,93. Indeks S&P 500 menguat 1,17 persen atau 51,45 poin menjadi 4.463,12. Kemudian indeks Nasdaq Composite juga naik 2,05 persen atau 279,06 poin menjadi 13.893,84.

Presiden AS Joe Biden memperingatkan pemimpin China Xi Jinping selama panggilan telepon bahwa akan ada konsekuensi jika Beijing memberikan dukungan material untuk invasi Rusia ke Ukraina, kata Gedung Putih. Kedua belah pihak menekankan perlunya solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Sementara Xi meminta negara-negara NATO untuk mengadakan dialog dengan Moskow, dia tidak menyalahkan Rusia atas invasi tersebut.

“Pembacaan dari pertemuan itu seperti yang diharapkan,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di National Securities di New York mengenai pembicaraan Xi Jinping dengan Biden, seperti dikutip dari Reuters pada Senin (21/3).

Art Hogan mengatakan bahwa sejak pembicaraan Rusia Ukraina berlanjut, investor cenderung optimistis. Hogan juga mengutip harga minyak yang lebih tenang dan kelegaan bahwa berita Fed yang sangat dinanti akhirnya keluar.

Sehingga Investor merasa lega dengan melambatnya kenaikan harga minyak karena mereka terus mencerna kenaikan suku bunga Federal Reserve dan rencana agresif The Fed untuk kenaikan lebih lanjut yang bertujuan memerangi inflasi yang melonjak.

“Alih-alih memiliki ketakutan dan keraguan tentang apa yang mungkin dilakukan The Fed, kami memiliki peta jalan yang jelas untuk kebijakan moneter,” kata Hogan.

Sementara itu, Kepala Strategi Interactive Borkers di Greenwich, Connecticut, Steve Sosnick mengatakan bahwa investor semakin diyakinkan dengan harga minyak mentah AS yang tidak terlalu jauh di atas USD 100 pada hari Jumat setelah baru-baru ini melampaui USD 130.

“Setidaknya untuk minggu ini minyak telah menemukan levelnya. Itu positif bagi pasar karena kenaikan harga minyak membebani pikiran konsumen sebagai indikator inflasi,” kata Sosnick.

Adapun tiga indeks utama Wall Street mencatatkan persentase kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2020 dengan S&P naik 6,2 persen sementara Dow naik 5,5 persen dan Nasdaq melonjak 8,2 persen.

 

Leave a Comment