Wall Street Ditutup Menguat, Setelah Donald Trump Minta Stimulus Baru untuk Maskapai

Indeks Utama Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan hari Rabu setelah investor mendapatkan kembali harapan bahwa kesepakatan parsial tentang tambahan stimulus fiskal AS bisa terwujud.

Dikutip dari Reuters, Kamis (8/10), indeks Dow Jones Industrial Average. DJI naik 530,7 poin, atau 1,91 persen menjadi 28.303,46. Sedangkan S&P 500 .SPX naik 58,5 poin, atau 1,74 persen menjadi 3.419,45 dan Nasdaq Composite .IXIC bertambah 210,00 poin, atau 1,88 persen menjadi 11.364,60.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Kongres untuk segera memberikan stimulus baru senilai USD 25 miliar kepada maskapai penerbangan AS. Ini dilakukan agar maskapai penerbangan yang mempekerjakan ribuan pekerja bisa bertahan di tengah lesunya perjalanan udara akibat pandemi virus corona.

Permintaan baru Trump datang beberapa jam setelah dia mengumumkan pemerintahannya akan membatalkan pembicaraan dengan Kongres Demokrat mengenai proposal stimulus baru senilai USD 1,6 triliun.

Saham maskapai penerbangan pun langsung melonjak, United Airlines UAL.N naik 4,3 persen.

“Satu-satunya alasan kami turun kemarin adalah tweet dari Presiden Trump. Itulah mengapa pasar mulai lebih kuat. Saya pikir ada ekspektasi penuh bahwa beberapa bentuk kesepakatan stimulus akan terjadi lebih cepat nanti,” kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

Saham Eli Lilly and Co LLY.N naik 3,4 persen setelah perseroan mengajukan permintaan ke Food and Drug Administration AS untuk penggunaan darurat pengobatan antibodi COVID-19 eksperimentalnya.

Dengan pemilihan presiden AS hanya beberapa minggu lagi, fokus investor bakal beralih ke debat antara Wakil Presiden Mike Pence dan Demokrat Kamala Harris.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memperluas keunggulannya atas Trump di medan pertempuran Michigan.

Investor juga bersiap untuk pekan rilis pendapatan kuartal ketiga, yang diperkirakan akan dimulai minggu depan. Analis memperkirakan pendapatan perusahaan S&P 500 di kuartal III turun sekitar 21 persen yoy.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,98 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,79 miliar saham.

 

Leave a Comment