Mengakhiri perdagangan Selasa (7/12/2021), indeks utama Wall Street Mengalami kenaikan kuat karena kecemasan investor tentang varian virus corona terbaru, Omicron, mulai mereda. Menguatnya harga saham teknologi juga turut mendorong kenaikan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Rabu (8/12), Dow Jones Industrial Average naik 492,4 poin atau 1,4 persen menjadi 35.719,43, S&P 500 naik 95,08 poin atau 2,07 persen menjadi 4.686,75 dan Nasdaq Composite bertambah 461,76 poin atau 3,03 persen menjadi 15.686,92.
Rencana Intel untuk membawa unit mobil self-driving Mobileye (F:0ME) ke publik di Amerika Serikat tahun depan mendorong sahamnya naik 3 persen. Indeks Philadelphia SE Semiconductor ditutup naik 4,97 persen setelah mencapai level terendah hampir satu bulan pada hari Selasa.
Sebelum pasar dibuka, produsen obat Inggris GSK mengatakan terapi COVID-19 berbasis antibodi yang dikembangkan dengan Vir Biotechnology efektif melawan semua mutasi varian Omicron.
Kabar tersebut juga memperkuat pernyataan ahli penyakit menular Anthony Fauci yang menyatakan bahwa Omicron nampaknya tidak memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Indeks volatilitas CBOE, yang sering disebut pengukur ketakutan Wall Street, turun dari level tertinggi. Indeks ditutup turun 19,5 poin pada 21,89, penutupan terendah sejak 6 Oktober.
Ke-11 sektor utama S&P menguat dengan sektor teknologi informasi ditutup naik 3,5 persen, persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 9 Maret. Sementara sektor kebijakan konsumen mengikuti dengan kenaikan 2,4 persen.
S&P 1500 Hotels, Restaurant and Leisure ditutup naik 1,4 persen Setelah reli hampir sepanjang hari, S&P 1500 Airlines ditutup turun 0,6 persen sementara indeks maskapai naik 5 persen.
Di industri semikonduktor, pemenang besar lainnya selain Intel adalah Nvidia yang tercatat naik 7,96 persen. Sementara NXP Semiconductor and Applied Materials keduanya naik 6,5 persen. Saham Vir Biotechnology ditutup naik 11,9 persen sedangkan saham Merck & Co turun 1,6 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,38 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,55 miliar saham.
MENGUAT