Pada perdagangan Senin (6/12/2021), indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi. Sikap optimistis dari pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) tentang varian COVID-19 terbaru, Omicron, mendorong kenaikan tersebut.
Dari tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones naik paling tinggi. Sementara pada indeks S&P, sektor industri (.SPLRCI) dan konsumen (.SPlRCS), naik sekitar 1,6 persen, diikuti oleh energi (.SPNY) dan utilitas (.SPLRCU) yang naik 1,5 persen.
Sementara itu, varian Omicron COVID-19 telah menyebabkan kekhawatiran dan beberapa pembatasan baru di seluruh dunia, investor tampaknya diyakinkan oleh Dr. Anthony Fauci yang mengatakan bahwa sejauh ini tampaknya tidak ada tingkat keparahan yang besar akibat varian baru tersebut. Namun, dia mengatakan hal ini masih membutuhkan studi lebih lanjut.
Dikutip dari Reuters, Selasa (7/12), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 646,95 poin, atau 1,87 persen menjadi 35.227,03, S&P 500 (.SPX) naik 53,24 poin, atau 1,17 persen menjadi 4.591,67 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 139,68 poin, atau 0,93 persen menjadi 15.225,15.
Indeks utama Wall Street telah bergerak fluktuatif sejak 26 November karena investor mencerna berita tentang varian Omicron COVID-19. Di sisi lain, investor juga mencermati komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pekan lalu tentang potensi pengurangan pembelian obligasi pemerintah untuk mengatasi lonjakan inflasi.
Sementara itu, Goldman Sachs memangkas prospek pertumbuhan ekonomi AS menjadi 3,8 persen untuk 2022, mengutip risiko dan ketidakpastian seputar munculnya Omicron. Investor juga bersiap untuk potensi pukulan terhadap pendapatan perusahaan, terutama di antara sektor ritel, restoran, dan perusahaan perjalanan.
Tiga persentase kenaikan terbesar di sektor industri adalah maskapai yang dipimpin oleh United Airlines yang naik 8,3 persen sementara indeks S&P Airline (.SPCOMAIR) ditutup naik 5,5 persen. Selain itu ada juga saham Norwegian Cruise Line Holdings (NCLH.N), yang ditutup naik 9,5 persen serta perusahaan penyewaan liburan Airbnb (ABNB.O) yang bertambah 8,5 persen.
Penurunan besar terjadi pada saham produsen vaksin COVID-19 seperti Moderna Inc turun 13,5 persen dan Pfizer (PFE.N) turun 5 persen. Penurunan ini disebabkan investor mengantisipasi bahwa pengembangan vaksin dengan perlindungan khusus untuk menghadapi Omicron dapat memakan waktu berbulan-bulan.
Sementara itu saham Nvidia (NVDA.O) ditutup turun 2 persen dan saham Kohl’s Corp (KSS.N) ditutup naik 5,4 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,96 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,55 miliar saham. (*)