Wall Street Ditutup Menguat, Didorong Laporan Keuangan Emiten yang Positif

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Selasa (20/7/2021), indeks utama Wall Street ditutup naik tajam. Setelah mencatatkan penurunan beruntun beberapa hari, Wall Street mengalami rebound. Serangkaian laporan pendapatan yang positif dan optimisme pemulihan ekonomi mendorong kenaikan tersebut.

Dikutip dari Reuters, Rabu (21/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 549,95 poin, atau 1,62 persen menjadi 34.511,99. Sementara indeks S&P 500 (.SPX) naik 64,57 poin, atau 1,52 persen menjadi 4.323,06 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 223,89 poin, atau 1,57 persen menjadi 14.498,88.

Benchmark imbal hasil surat utang Amerika Serikat bangkit kembali dari posisi terendah. Hal Ini mendorong indeks bank-bank yang rentan terhadap suku bunga (.SPXBK) menjadi naik sebesar 2,6 persen.

Di sisi lain, kekhawatiran yang meningkat atas varian Delta yang sangat menular dari COVID-19, telah memicu aksi jual pada sesi terakhir.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, semua indeks ditutup di zona hijau kecuali sektor kebutuhan pokok konsumen (.SPLRCS). Sektor industrials (.SPLRCI) mengalami kenaikan hingga 2,7 persen.

Musim laporan keuangan kuartal kedua telah usai, sebanyak 56 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan hasil kinerja keuangan mereka. Dari jumlah tersebut, 91 persennya mengalahkan prediksi konsensus.

Saham Halliburton Co (HAL.N) naik 3,7 persen setelah harga minyak mentah naik. Sementara saham Peloton Interactive Inc (PTON.O) naik 6,7 persen setelah mengumumkan akan memberikan akses gratis kepada anggota UnitedHealth Group (UNH.N).

Saham Moderna (MRNA.O) turun 2 persen. Saham Netflix Inc (NFLX.O) merosot lebih dari 3 persen setelah laporan keuangannya meleset dari perkiraan.

Saham Chipotle Mexican Grill (CMG.N) naik lebih dari 2 persen setelah hasil pendapatannya mengalahkan prediksi konsensus.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,62 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,19 miliar saham.

Baca Juga:   Wall Street Merosot Akibat Kinerja Ritel AS Anjok

DIPREDIKSI TERTEKAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu (21/7). Banyak investor jangka pendek yang melakukan aksi ambil untung (profit taking) karena kasus corona yang masih tinggi dan PPKM Darurat diperpanjang.

Direktur Utama Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya pergerakan IHSG terlihat belum mampu keluar dari rentang konsolidasi wajarnya. Capital inflow belum terlihat akan bertumbuh signifikan ditambah dengan kondisi masih melambatnya perputaran roda perekonomian.

“Momentum tekanan masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor baik jangka pendek, menengah maupun panjang, dikarenakan dengan pergerakan IHSG fluktuatif. Ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (21/7).

William memprediksi IHSG bergerak di rentang 5.913-6.123. Adapun saham-saham rekomendasi yang layak dicermati mulai dari TLKM, AKRA, INDF, AALI, ITMG, WIKA, dan ROTI.

Kepala Riset Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi juga melihat pergerakan IHSG secara teknikal terkoreksi. Namun, menurutnya laju hari ini mampu bertahan di level support Moving Average 20 hari dan 50 hari sehingga membuka peluang berbalik alami penguatan menghapus sebagian kerugian diperdagangan selanjutnya.

Momentum indikator Stochastic dan RSI masih dalam bullish momentum dan memiliki span yang cukup lebar menuju lanjutan penguatan hingga kondisi overbought.

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi berbalik menguat dengan support resistance 6000-6082. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya: AALI, ACES, ADRO, JPFA, LPPF, LSIP, PGAS. TKIM,” kata dia.

 

Leave a Comment