Wall Street Ditutup Melesat, Didukung Ekonomi China yang Membaik

Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Senin (6/7), didukung oleh rebound kegiatan industri jasa Amerika Serikat pada Juni dan ekspektasi kebangkitan kembali ekonomi China.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (7/7), Dow Jones Industrial Average naik 459,67 poin, atau 1,78 persen menjadi 26.287,03. Sedangkan indeks S&P 500 naik 49,71 poin, atau 1,59 persen menjadi 3.179,72 dan Nasdaq Composite menambahkan 226,02 poin, atau 2,21 persen ke 10.433,65.

Sebuah laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan, indeks aktivitas non-manufaktur hampir kembali ke level pra-Covid-19. Indeks melompat ke level 57,1, level tertinggi sejak Februari. Sedangkan pada Mei, indeks berada di level 45,4.

“Angka-angka ini penting dan ini membantu menjelaskan peningkatan kepercayaan konsumen,” kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Investor juga mulai optimistis pada perbaikan ekonomi Tiongkok dan dampaknya terhadap pertumbuhan global. Sebelumnya, saham China juga melonjak lebih dari 5 persen.

Sejumlah data AS juga dilaporkan positif, seperti rekor kenaikan gaji bulanan yang berhasil menbuat Nasdaq mengalami kenaikan tertinggi sepanjang masa dan telah mendorong S&P 500 naik lebih dari 40 persen sejak penutupan terendah pada 23 Maret.

Raksasa ritel online Amazon.com juga berhasil melampaui level USD 3.000 untuk pertama kalinya dan memberikan dorongan terbesar bagi S&P 500 dan Nasdaq. Saham Amazon naik 5,8 persen menjadi berakhir pada USD 3.057,04.

Saham Tesla Inc melonjak 13,5 persen, setelah JPMorgan menaikkan target harga untuk saham produsen mobil listrik karena penjualan triwulanan yang lebih baik dari perkiraan.

Uber Technologies Inc juga naik 6 persen setelah perusahaan setuju untuk mengakuisisi aplikasi pengiriman makanan Postmates Inc senilai USD 2,65 miliar.

Volume perdagangan saham di Wall Street mencapai 10,91 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 12,9 miliar saham.

 

Leave a Comment