Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/8). Indeks S&P 500 dan Dow gagal melanjutkan kenaikan setelah reli selama tujuh hari berturut-turut. Kedua indeks tersebut jatuh di akhir sesi karena meningkatnya ketidakpastian tentang kesepakatan stimulus fiskal.
Dikutip dari Reuters, Rabu (12/8), Dow Jones Industrial Average DJI turun 104,53 poin, atau 0,38 persen menjadi 27.686,91. Sementara S&P 500 .SPX kehilangan 26,78 poin, atau 0,80 persen menjadi 3.333,69 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 185,53 poin, atau 1,69 persen menjadi 10.782,82.
Penurunan hari itu menyusul komentar dari pemimpin Senat AS dari Partai Republik, Mitch McConnell, yang mengatakan kepada media bahwa negosiator Gedung Putih belum berbicara dengan para pemimpin Demokrat di Kongres AS tentang undang-undang bantuan virus corona setelah pembicaraan yang macet pekan lalu.
Investor berharap Partai Republik dan Demokrat akan menyelesaikan perdebatan mereka, untuk menyetujui program bantuan lanjutan untuk mendukung sekitar 30 juta orang Amerika yang menganggur saat ini.
Sebab pertempuran dengan wabah virus masih jauh dari selesai. Apalagi kasus positif di Amerika Serikat telah melebihi 5 juta kasus pada minggu lalu.
Nasdaq turun lebih dari 1 persen, mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 23 Juli. Investor terus melepaskan saham-saham teknologi.
Apple Inc (AAPL.O), Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Microsoft (MSFT.O) adalah hambatan terbesar di S&P 500. Namun sektor Keuangan .SPSY dan industri .SPLRCI, yang berkinerja buruk dibanding sektor lain tahun ini, justru menjadi dua sektor S&P 500 yang positif pada hari itu.
Dalam perdagangan sore hari, S&P 500 sempat mencapai sesi tertinggi pada level 3.381,01, membuat indeks tersebut hanya 0,15 persen lebih rendah dari rekor penutupan tertinggi pada level 3.386,15 dan 0,37 persen dari puncak intraday sepanjang waktu 3.393,52 yang terjadi pada 19 Februari lalu.
Meski demikian, suku bunga yang sangat rendah, anggaran triliunan dolar untuk stimulus dan musim pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari prediksi akan memungkinkan ketiga indeks utama Wall Street untuk pulih.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,24 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,32 miliar saham.