Wall Street Ditutup Melemah, Imbas Wacana Kenaikan Pajak

Pada penutupan perdagangan Selasa (23/3/2021), indeks utama Wall Street ditutup melemah. Kekhawatiran tentang potensi kenaikan pajak atas stimulus yang diberikan Presiden Joe Biden sebesar USD 1,9 triliun itu penyebab pelemahan tersebut. Jika terlaksana, hal ini diprediksi akan membebani investor.

Menteri Keuangan Janet Yellen menyatakan bahwa perekonomian AS tetap dalam krisis akibat pandemi. Ia juga menyatakan adanya wacana kenaikan pajak di masa depan untuk membayar investasi publik. Pernyataan tersebut membuat investor waspada.

Dikutip dari Reuters, Rabu (24/3) Dow Jones Industrial Average turun 308,05 poin, atau 0,94 persen menjadi 32.423,15 dan S&P 500 kehilangan 30,07 poin, atau 0,76 persen menjadi 3.910,52 sementara Nasdaq turun 149,85 poin, atau 1,12 persen menjadi 13.227,70.

Harga minyak juga tercatat merosot lebih dari 3 persen. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran akan adanya pandemi baru dan proses vaksinasi yang lambat di Eropa. Kondisi ini menyebabkan perlambatan pemulihan permintaan dan membuat sektor energi melemah.

Penurunan imbal hasil pada US Treasury tenor 10 tahun juga telah menurunkan kinerja sektor keuangan dan energi. Sebaliknya, saham terkait teknologi yang baru-baru ini turun tajam karena kenaikan suku bunga telah pulih sedikit karena imbal hasil menurun.

Saham GameStop Corp turun 6,5 persen menjelang hasil kuartal keempat perusahaan yang akan dirilis hari Selasa. Pengecer video game mengumumkan keluarnya chief customer officer-nya sebagai tanda terbaru dari perombakan perseroan.

Saham ViacomCBS Inc anjlok 9,1 persen setelah perusahaan media tersebut meluncurkan kesepakatan saham senilai USD 3 miliar guna meningkatkan modal untuk investasi di streaming.

Saham penyedia penelusuran internet China Baidu Inc yang terdaftar di AS turun 1,7 persen setelah debutnya di Hong Kong karena investor waspada terhadap kesibukan penggalangan dana di kota itu dan mempertanyakan rencana pertumbuhan perusahaan.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 12,10 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 14,04 miliar saham. (*)

 

Leave a Comment