Wall Street Ditutup Ijo Royo-royo Usai The Fed Naikkan Suku Bunga 75 Bps

Pada perdagangan Rabu (27/7), Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kompak melesat. Hal ini terjadi usai pasar melakukan reli besar selama perdagangan reguler menyusul kenaikan suku bunga The Fed 75 basis poin (bps).

Mengutip dari Reuters, Kamis (28/7), Dow Jones Industrial Average naik 1,37 persen, S&P 500 juga naik 2,62 persen, Nasdaq ditutup yang paling tinggi kenaikannya hingga 4,06 persen.

Adapun dalam FOMC meeting, Gubernur The Fed, Jerome Powell mengatakan, fokus utama bank sentral saat ini adalah menjinakkan inflasi hingga 2 persen. Adapun di Juli 2022, tingkat inflasi AS ada di level 9,1 persen.

Powell pun mengakui kebijakan menaikkan suku bunga ini memiliki risiko perlambatan ekonomi AS. Para analis pun menilai, kesadaran Fed tersebut tentang dampak ekonomi dari kenaikan suku bunga membantu pasar saham bergerak lebih tinggi.

“Saya pikir alasan ini memberikan sedikit kelegaan ke pasar ekuitas adalah The Fed mengakui bahwa ada dampak pada pertumbuhan, ekonomi, berdasarkan kebijakan mereka,” kata Gargi Chaudhuri, kepala strategi investasi iShares BlackRock, Amerika.

“Mereka menyadari ada dua sisi dari ini – ada tradeoff pertumbuhan untuk melawan inflasi. Pengakuan adalah sesuatu yang kami dengar hari ini yang tidak kami dengar sebelumnya,” tambah dia.

Pasar bereaksi terhadap beberapa hal, termasuk fakta bahwa The Fed mempertahankan kenaikan 75 basis poin dan tidak bertindak lebih agresif. Pernyataan Powell itu dinilai positif yang mencerminkan bahwa ekonomi melambat, dan fakta bahwa itu akan bergantung pada data ke depan.

Tak hanya itu, kenaikan wall street ini juga dipengaruhi dengan saham Meta Platform yang ditutup naik 6,55 persen pada perdagangan Kemarin. Padahal Meta Platforms membukukan penurunan kedua berturut-turut dalam penjualan tahun-ke-tahun dan membagikan panduan yang mengecewakan di tengah lingkungan iklan yang melemah.

 

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Kamis (27/7). Kemarin, IHSG ditutup menguat 27 poin (0,19 persen) ke level 6.898, 21.

Research Analyst Artha Sekuritas, Dennies Christopher, memperkirakan IHSG menguji di level 6.840-6.869 dan resistensi di rentang 6.919-6.940.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat dengan rentang terbatas dibayangi oleh investor yang cenderung bersikap konservatif jelang kebijakan suku bunga The Fed pada tengah pekan ini.

“IHSG Diprediksi Melemah. Secara teknikal pergerakan tertahan di area MA50 dengan stochastic di area overbought sehingga ada potensi untuk mengalami koreksi dalam jangka pendek. Di sisi lain investor akan mencermati hasil kebijakan suku bunga The Fed dan dampak kepada ekonomi ke depannya,” kata Dennies dalam analisisnya, Kamis (27/7).

Hal serupa juga dikatakan Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova. Dia mengatakan IHSG berkonsolidasi di bawah Fibonacci retracement 50 persen dari wave [w] dengan peluang untuk melanjutkan fase uptrend selama tidak turun ke bawah support minor di 6858.

“Sementara itu terjadinya pelemahan ke bawah 6.858 dapat mengindikasikan potensi koreksi menuju zona support 6.800-6.826. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish,” jelas Ivan.

Ivan memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang Level support IHSG berada di 6.826, 6.775 dan 6.693. Berikut saham yang direkomendasikan Ivan:

– PT Adaro Energy Tbk. (ADRO)

– PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN)

– PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK)

– PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)

– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR)

 

Leave a Comment