PADA penutupan perdagangan Rabu (19/5/2021), Wall Street ditutup ke Zona Merah setelah beberapa menit keluarnya hasil pertemuan The Fed. Peserta pertemuan The Fed kemarin menyetujui bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) masih jauh dari target bank sentral.
Beberapa pertimbangan lain dalam pertemuan tersebut yaitu dengan mengurangi pembelian obligasi atau surat utang.
Dilansir dari Reuters, Kamis (20/5), ketiga indeks utama telah merosot ke posisi rendah sejak perdagangan pagi. Dow Jones Industrial Average turun 164,62 poin, atau 0,48 persen menjadi 33.896,04, S&P 500 kehilangan 12,15 poin, atau 0,29 persen menjadi 4.115,68 dan Nasdaq Composite turun 3,90 poin, atau 0,03 persen menjadi 13.299,74.
“Pandangan dari peserta dan staf The Fed terhadap tekanan inflasi yang kemungkinan akan mereda saat transisi ekonomi pada tahun 2022,” kata Senior Investment Director US Bank Wealth Management Bill Northey.
Tekanan inflasi dan minimnya supply pekerja memicu kekhawatiran investor yang membuat pergerakan pasar fluktuatif meski The Fed menjamin hal tersebut bersifat sementara.
Volume perdagangan mencapai USD 10,70 miliar atau lebih tinggi dibanding rata-rata dalam 20 hari perdagangan terakhir USD 10,60 miliar. Investor cenderung memilih instrumen investasi yang aman. Harga Bitcoin dan Ether jatuh setelah langkah China untuk melarang lembaga keuangan dan pembayaran menyediakan layanan cryptocurrency.
Dua mata uang digital utama turun masing-masing sebanyak 30 persen dan 45 persen. Namun kedua mata uang kripto populer tersebut memiliki sentimen positif dalam perdagangan sore setelah dua pendukung terbesar mereka bos Tesla Inc Elon Musk, dan kepala eksekutif Ark Invest Cathie Wood yang kembali mendukung bitcoin.