Wall Street Ditutup Bervariasi Setelah AS Belum Putuskan Stimulus Lanjutan

Ketiga indeks Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (13/8). Dow dan S&P turun karena belum adanya kepastian mengenai stimulus bagi pengangguran, sementara Nasdaq justru melesat karena didorong saham Apple.

Dikutip dari Reuters, Jumat (14/8), Dow Jones Industrial Average turun 80,12 poin atau 0,29 persen menjadi 27.896,72, indeks S&P 500 kehilangan 6,92 poin atau 0,20 persen menjadi 3.373,43, dan Nasdaq Composite bertambah 30,27 poin atau 0,27 persen menjadi 11.042,50.

Penurunan 11,2 persen saham Cisco Systems membebani Dow dan S&P 500, setelah perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal II dan laba di bawah perkiraan.

Kekhawatiran laporan keuangan perusahaan juga terus berlanjut, meskipun beberapa perusahaan mencatatkan laba kuartal II yang lebih tinggi dari perkiraan.

“Proyeksi pendapatan dalam beberapa kuartal mendatang tampaknya dipermudah oleh banyak perusahaan besar. Hal ini justru membuat pasar lesu karena tak ada katalis untuk mendorong tantangan selanjutnya,” kata Peter Tuz, presiden Penasihat Investasi Chase di Charlottesville, Virginia.

Saham Apple Inc (AAPL.O) naik 1,8 persen, membantu mendukung Nasdaq dan membatasi kerugian di S&P 500. Klaim pengangguran turun di bawah 1 juta untuk pertama kalinya sejak Maret juga dinilai mampu menahan kerugian S&P dan Dow.

Klaim tunjangan pengangguran di negara bagian AS turun menjadi 963.000 pada 8 Agustus lalu, ini merupakan level terendah sejak wabah pandemi COVID-19.

Namun berakhirnya insentif pengangguran sebesar USD 600 per minggu pada akhir Juli dan belum adanya kepastian hingga saat ini, diperkirakan akan mendorong angka pengangguran di AS lebih dalam lagi.

Data pekan lalu menunjukkan, hanya 9,3 juta pekerjaan yang kembali dari 22 juta pekerjaan yang hilang sejak Februari.

Investor terus berharap Demokrat dan Gedung Putih dapat mencapai kesepakatan tentang stimulus lanjutan untuk membantu pemulihan ekonomi, termasuk stimulus untuk pengangguran.

Baca Juga:   Grafik Harga Saham Menunjukkan Celah (Gap), Apa Artinya?

Volume perdagangan di bursa saham Amerika mencapai 8,70 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 10,2 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment