Wall Street Ditutup Bervariasi karena Ditopang Saham Teknologi

Ketiga indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (17/8). Saham Nasdaq dan S&P capai rekor tertinggi, didorong oleh saham Nvidia dan teknologi lainnya.

Dilansir Reuters, Senin (18/8), Dow Jones Industrial Average turun 0,31 persen menjadi berakhir pada 27.844,91 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,27 persen menjadi 3.381,99. Nasdaq Composite naik 1 persen menjadi 11.129,73, penutupan tertinggi selama lima bulan terakhir

Tujuh dari sebelas sektor S&P utama meningkat, saham teknologi memberikan dukungan terbesar dalam indeks S&P 500.

S&P 500 mencapai rekor tertinggi sejak 19 Februari, sementara Dow Jones terbebani oleh kerugian di saham keuangan dan industri.

Nvidia Corp adalah salah satu pendorong teratas untuk S&P 500 dan Nasdaq, melonjak 6,7 persen ke rekor tertinggi setelah dua analis menaikkan target harga mereka menjelang hasil kuartalan produsen chip tersebut.

Sementara Amazon.com Inc dan Netflix Inc mendapat keuntungan dari pembatasan aktivitas sosial.

“Teknologi adalah satu-satunya penyelamat dalam perdagangan,” kata Jake Dollarhide, kepala eksekutif Manajemen Aset Longbow di Tulsa, Oklahoma.

“Banyak kejadian yang dibayangkan orang akan terjadi sepuluh tahun lagi, namun telah tiba saat ini: pembelajaran jarak jauh, menemui dokter Anda melalui Zoom, memesan obat-obatan melalui pos,” lanjutnya.

Lowe’s Cos Inc dan Home Depot Inc masing-masing naik lebih dari 2 persen menjelang pendapatan mereka di akhir pekan. Kedua ritel rumah tangga ini diharapkan mencatatkan kinerja kuartalan yang membaik.

Hal tersebut seiring dengan meningkatnya indeks ritel S&P 500 sebesar 1,4 persen, didorong ritel Walmart Inc dan Target Corp yang diprediksi kinerja keuangannya melesat di kuartal kedua tahun ini.

Rackspace Technology melonjak lebih dari 10 persen setelah Reuters melaporkan Amazon dalam pembicaraan awal untuk berinvestasi di layanan penyedia cloud.

Principia Biopharma Inc melonjak 9,3 persen ke rekor tertinggi setelah perusahaan perawatan kesehatan Prancis, Sanofi SA, mengatakan akan membeli perusahaan tersebut dengan harga sekitar USD 3,7 miliar.

Di sisi lain, hasil rapat Federal Reserve yang akan dirilis Rabu ini, diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pandangan bank sentral tentang pemulihan ekonomi.

Selain itu, pasar juga diperkirakan akan lebih berhati-hati menjelang pemungutan suara presiden AS pada November 2020.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 7,9 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 10,0 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment