Pada perdagangan Senin (9/1/2022), indeks utama Wall Street ditutup bervariasi. Hanya indeks Nasdaq yang mencatatkan kenaikan, sementara dua lainnya melemah. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran investor soal rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga.
Dikutip dari Reuters, Selasa (11/1), S&P 500 kehilangan 6,03 poin, atau 0,13 persen menjadi berakhir pada 4.671,00 poin, sedangkan Nasdaq Composite naik 11,86 poin, atau 0,08 persen menjadi 14.947,76. Dow Jones Industrial Average turun 166,65 poin, atau 0,46 persen menjadi 36.065,01.
Seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi, investor juga cemas menunggu data inflasi minggu ini. Sebab kondisi tersebut disinyalir akan mempengaruhi pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve AS.
Tak hanya itu, para analis juga khawatir tentang dampak dari jumlah kasus virus corona. Apalagi musim laporan keuangan kuartal IV 2021 akan dimulai akhir pekan ini.
Namun di sisi lain, investor telah meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Sejak pertemuan The Fed pada Desember lalu, bank sentral telah memberi isyarat tentang kenaikan suku bunga yang lebih awal dari perkiraan.
Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga empat kali pada tahun 2022, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu sebanyak tiga kali.
Sebelumnya benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada hari Senin.
Saham emiten produsen mobil listrik, Tesla, tercatat turun di awal sesi tetapi berhasil rebound lebih tinggi di akhir sesi. Sementara saham Nike jatuh setelah HSBC menurunkan peringkat saham produsen sepatu itu menjadi “hold”.
DIPREDIKSI NAIK
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi naik pada perdagangan, Selasa (11/1). Pada perdagangan sebelumnya, Senin (10/1), IHSG berakhir di zona merah atau ditutup turun 10,192 poin (0,15 persen) ke posisi 6.691,124.
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan kondisi pergerakan IHSG saat ini terlihat lebih bersifat konsolidatif dengan potensi kenaikan jangka pendek yang masih terbuka.
Jika resisten level terdekat dapat ditembus, kata dia, maka IHSG berpeluang untuk mencetak rekor lagi.
“Hal tersebut tentunya ditunjang oleh beberapa faktor di antaranya arus capital inflow yang terlihat mulai kembali ke dalam pasar modal Indonesia, serta masih kuat dan stabilnya fundamental perekonomian Indonesia, hari ini IHSG berpotensi naik,” ujar William dalam analisisnya, Selasa (11/1).
Adapun IHSG diprediksi bergerak di rentang 6.518-6.725. Saham rekomendasi William yang bisa dicermati yakni UNVR, BBNI, ITMG, LSIP. SMRA, ITMG, AKRA, dan JSMR.
Sementara Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang memprediksi IHSG turun hari ini. Dia memprediksi IHSG bergerak di rentang 6.643-6.739 hari ini.
“Kejatuhan harga beberapa komoditas seperti oil turun -0.62 persen dan Coal turun -3.95 persen berpotensi mendorong IHSG kembali turun hari Selasa ini,” jelas Edwin.
Saham-saham rekomendasi Edwin yakni SAMF, SMRA, AKRA, JPFA, AGII, EPMT, KLBF, MTDL, LSIP.