Wall Street Ditutup Bervariasi, Imbas Pajak Perusahaan Bakal Naik

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Senin (13/9/2021), indeks utama Wall Street, S&P 500 ditutup menguat, mengakhiri penurunan beruntun selama lima hari terakhir. Dow Jones Industrial Average juga naik, tetapi Nasdaq Composite Index berakhir lebih rendah.

Dikutip dari Reuters, Selasa (14/9), Dow Jones Industrial Average naik 261,91 poin, atau 0,76 persen menjadi 34.869,63, S&P 500 naik 10,15 poin, atau 0,23 persen pada 4.468,73 dan Nasdaq Composite turun 9,91 poin, atau 0,07 persen menjadi 15.105,58.

Adapun saat ini para pelaku pasar tengah fokus pada kemungkinan pengesahan stimulus senilai USD 3,5 triliun Presiden AS Joe Biden. Termasuk juga pengesahan usulan kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 26,5 persen dari sebelumnya 21 persen.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis data indeks harga konsumen pada hari ini. Data tersebut nantinya juga dapat menunjukkan soal gelombang inflasi yang saat ini dan apakah itu hanya akan berlangsung sementara seperti yang dikatakan The Fed.

Indikator utama lainnya yang akan dirilis minggu ini yaitu penjualan ritel dan sentimen konsumen. Data tersebut akan dapat menjelaskan seberapa besar lonjakan permintaan yang sempat didorong oleh pemulihan ekonomi namun kemudian diredam oleh varian Delta COVID-19 yang sangat menular.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, perawatan kesehatan mengalami persentase kerugian terbesar, sementara sektor energi, yang didukung oleh kenaikan harga minyak mentah mengalami peningkatan terbesar.

Saham pembuat vaksin Moderna dan Pfizer Inc masing-masing turun 6,6 persen dan 2,2 persen setelah para ahli mengatakan suntikan booster COVID tidak terlalu diperlukan.

Coinbase Global Inc mengumumkan rencana penambahan modal sekitar USD 1,5 miliar melalui rights issue. Aksi korporasi ini ditujukan untuk mendanai pengembangan produk dan akuisisi potensial. Saham perusahaan perdagangan cryptocurrency tersebut turun 2,2 persen.

Baca Juga:   Wall Street Merosot Akibat Kinerja Ritel AS Anjok

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,30 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,29 miliar saham.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (13/9) ditutup melemah 6,716 poin (0,11 persen) ke posisi 6.088.157.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi hari ini IHSG berpotensi menguat. Dia memproyeksi IHSG bergerak di rentang 6.063-6.144. Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal menurutnya, yakni AGII, ASSA, BBRI, BRPT, MCAS, TLKM.

“Kuatnya IHSG yang mampu bertahan pada level support akan menjadi sinyal positif pada perdagangan selanjutnya. Indikator Stochastic dan RSI terkonsolidasi pada area middle dengan momentum yang bergerak bullish. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak menguat di perdagangan hari ini,” ujar Lanjar dalam risetnya, Selasa (14/9).

Namun, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG berpotensi melemah hari ini. Prediksinya, IHSG akan bergerak di rentang 5.969 hingga 6.202.

“Masih minimnya sentimen pun menjadi salah satu faktor yang membuat pola gerak masih stagnan, sehingga potensi tekanan dalam pergerakan IHSG masih jauh lebih besar dibanding dengan kemampuan naiknya, namun dalam jangka panjang masih terdapat peluang bagi para investor di pasar modal untuk saham saham tertentu dengan fundamental yang baik, hari ini IHSG berpotensi melemah,” jelasnya.

Saham-saham yang direkomendasikan William yakni BBCA, ITMG, ASII, SMGR, TLKM, INDF, ASRI.

 

 

Leave a Comment