Wall Street Ditutup Bervariasi, Efek Kasus Varian Omicron yang Melonjak

Kasus varian omicron di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan dan   turut mempengaruhi saham. Setelah mencapai rekor tertinggi intraday pada perdagangan Selasa (28/12), indeks utama Wall Street, S&P 500 ditutup sedikit lebih rendah.

Penurunan indeks tama tersebut karena investor mempertimbangkan kenaikan kasus varian omicron yang dapat mengganggu perjalanan dan penutupan pusat perbelanjaan.

Dikutip dari Reuters, Rabu (29/12), Dow Jones Industrial Average naik 95,83 poin, atau 0,26 persen menjadi 36.398,21. Kemudian S&P 500 kehilangan 4,84 poin, atau 0,10 persen menjadi 4.786,35 dan Nasdaq Composite turun 89,54 poin, atau 0,56 persen menjadi 15.781,72.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada hari Senin mempersingkat waktu isolasi yang direkomendasikan untuk orang Amerika dengan kasus COVID-19 tanpa gejala berubah menjadi lima hari dari panduan sebelumnya yaitu 10 hari.

Pembaruan tersebut ditetapkan karena saat ini sudah banyak warga yang menerima vaksin COVID-19. Keputusan ini pun membantu investor mengurangi kekhawatiran atas ribuan pembatalan penerbangan dan Apple Inc yang menutup tokonya di New York karena kasus yang melonjak.

Tujuh dari 11 indeks sektor utama S&P 500 tercatat naik pada hari Selasa. Sementara sektor Layanan Teknologi dan Komunikasi tercatat mengalami penurunan paling dalam.

Di sisi lain, saham Boeing Co naik 1,46 persen karena Indonesia mencabut larangan 737 MAX, tiga tahun setelah kecelakaan salah satu pesawat yang menelan 189 orang di dalamnya.

Sementara itu, Federal Reserve pada awal bulan ini telah mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga hingga tiga perempat poin pada akhir 2022 mendatang. Adanya kemungkinan kenaikan suku bunga ini disebabkan karena ekonomi AS mulai pulih serta untuk mengatasi lonjakan inflasi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 7,55 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 11,56 miliar saham.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini, Rabu (29/12). Pada perdagangan terakhir, Selasa (28/12), IHSG berakhir di zona hijau atau ditutup naik 22,899 poin (0,35 persen) ke posisi 6.598,343.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, jelang penghujung tahun 2021, IHSG masih terlihat akan berada dalam rentang konsolidasi wajar. Kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlangsung tetap menjadi salah satu tantangan bagi pergerakan IHSG.

Namun potensi kenaikan terlihat cukup terbatas. Sehingga risiko terjadinya koreksi jangka pendek masih cukup besar. Sedangkan dari sisi capital inflow secara year to date juga belum terlihat akan terdapat peningkatan capital inflow terjadi secara signifikan ke dalam pasar modal dalam rentang pendek.

“Peluang untuk melakukan investasi jangka menengah hingga panjang masih terbuka lebar bagi investor mengingat perekonomian terus berjalan stabil, hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona positif,” ujar William dalam analisisnya, Rabu (29/12).

Adapun hari ini IHSG diprediksi bergerak di rentang 6.502 hingga 6.618. Beberapa saham rekomendasi William yang bisa dicermati yakni ITMG, ICBP, TLKM, BBRI, AKRA, ASII, LSIP, ASRI. (*)

 

 

Leave a Comment