Pada Jumat, 25 Juli 2025, Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil mencapai rekor penutupan tertinggi. S&P 500 naik 0,40% menjadi 6.388,64 poin, sementara Nasdaq naik 0,24% menjadi 21.108,32 poin. Indeks Dow Jones juga menguat 0,47% ke level 44.901,92 poin. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).
Harapan Kesepakatan Dagang AS-UE
Harapan ini muncul menjelang pertemuan antara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden AS Donald Trump di Skotlandia pada Minggu mendatang. Meskipun Trump menyatakan peluang kesepakatan itu “50-50”, sejumlah pejabat dan diplomat UE berharap kesepakatan perdagangan bisa dicapai. Pasar tampaknya telah mengantisipasi hasil positif dari pertemuan ini, meskipun ada pandangan skeptis dari beberapa analis seperti Thomas Martin dari GLOBALT yang mengingatkan akan risiko kekecewaan jika kesepakatan tidak tercapai.
Kinerja Saham Individu yang Beragam
- Deckers Outdoor (DECK.N): Saham perusahaan ini melonjak 11% setelah melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang melampaui ekspektasi. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk produk UGG dan Hoka di pasar internasional.
- Intel (INTC.O): Di sisi lain, saham perusahaan chip ini justru anjlok 8,5%. Penurunan ini terjadi setelah Intel memproyeksikan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan dan mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja.
Penguatan Wall Street dalam Beberapa Minggu Terakhir
Dalam beberapa minggu terakhir, Wall Street memang menunjukkan tren penguatan dan terus mencetak rekor. Ini didukung oleh beberapa faktor:
- Laporan keuangan perusahaan yang solid: Banyak perusahaan yang melaporkan kinerja yang kuat, memberikan dorongan positif bagi pasar.
- Kesepakatan dagang: Tercapainya kesepakatan dagang AS dengan Jepang dan Filipina, serta harapan akan lebih banyak perjanjian untuk menghindari tarif tinggi dari Trump, turut meningkatkan sentimen pasar.
Kinerja Sektor Saham dan Rekor Mingguan
Sebagian besar sektor saham turut merasakan penguatan. Sembilan dari sebelas sektor S&P 500 naik, dengan sektor material memimpin kenaikan 1,17%, diikuti oleh sektor industri yang menguat 0,98%.
Secara mingguan, S&P 500 naik 1,5%, Nasdaq menguat 1%, dan Dow naik 1,3%. S&P 500 bahkan mencetak rekor penutupan setiap hari dalam minggu tersebut. Menurut Howard Silverblatt dari S&P Dow Jones Indices, rekor harian berturut-turut seperti ini terakhir kali terjadi pada November 2021.
Fokus Investor pada Keputusan The Fed
Untuk minggu depan, perhatian investor akan tertuju pada keputusan bank sentral AS, The Fed. Pada Kamis mendatang, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Mereka juga akan mempertimbangkan dampak tarif terhadap inflasi. Para pelaku pasar melalui alat FedWatch CME memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada September sekitar 60%.
Presiden Trump juga kembali melontarkan tekanan kepada The Fed, menyatakan keyakinannya bahwa Jerome Powell (Ketua The Fed) mungkin siap untuk menurunkan suku bunga, setelah sehari sebelumnya mengkritik The Fed karena dianggap belum juga memangkas suku bunga.
Singkatnya, pasar saham AS mengakhiri minggu ini dengan catatan positif, didorong oleh harapan kesepakatan dagang dan kinerja perusahaan yang baik, meskipun ada kekhawatiran terkait proyeksi Intel dan ketidakpastian seputar pertemuan The Fed. (*)