Tiga indeks utama Wall Street berakhir variatif pada penutupan perdagangan bursa saham Amerika Serikat, Senin (13/7) waktu setempat. Dow Jones Industrial Average .JJI naik 0,04 persen menjadi berakhir pada 26.085,8 poin.
Sedangkan S&P 500 .SPX kehilangan 0,94 persen menjadi 3.155,22 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 2,13 persen, menjadi 10.390,84. Indeks teknologi S&P 500 .SPLRCT turun 2,12 persen, memimpin penurunan.
Mengutip Reuters, anjloknya S&P 500 dan Nasdaq karena saham yang unggul dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Amazon (AMZN.O), Microsoft (MSFT.O), Nvidia (NVDA.O) dan Facebook (FB.O), berakhir turun lebih dari 2 persen setelah naik pada hari sebelumnya.
Saham Tesla (TSLA.O) juga ikut terkoreksi 3,1 persen setelah melonjak 16 persen di awal sesi. Saham pembuat mobil listrik itu telah mengalami rally yang melesat selama dua minggu terakhir karena investor bertaruh pembuat mobil listrik dapat melaporkan laba kuartalan dan berpotensi bergabung dengan S&P 500.
Sedangan saham perusahaan biotek Jerman BioNTech (BNTX.O) tengah bersinar dengan melonjak lebih dari 10 persen dan Pfizer Inc (PFE.N) naik 4 persen. Dua dari vaksin virus corona eksperimental mereka yang menerima penunjukan “jalur cepat” Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS menjadi penyebanya.
Berita merger juga menggembirakan investor karena pembuat chip Analog Devices Inc (ADI.O) mengumumkan kesepakatan USD 21 miliar untuk membeli saingannya Maxim Integrated Products Inc (MXIM.O). Sahamnya naik 8 persen lebih tinggi. Sedangkan saham Analog turun 5,8 persen.
PepsiCo Inc (PEP.O) naik 0,3 persen setelah mengatakan pihaknya mendapat manfaat dari lonjakan konsumsi makanan ringan seperti Fritos dan Cheetos selama masa lockdown.