Wall Street Berakhir di Zona Merah Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga Maret

Indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall street ditutup beragam pada perdagangan Kamis (27/1). Hal ini dipengaruhi oleh pernyataan Federal Reserve AS atau The Fed mengenai kenaikan suku bunga. Ketiga indeks saham utama AS berakhir lebih rendah, yang ditandai oleh fluktuasi dan volatilitas yang meningkat.

Dow Jones Industrial Average turun 7,31 poin, atau 0,02 persen, menjadi 34.160,78, S&P 500 kehilangan 23,42 poin atau 0,54 persen, menjadi 4326,51 dan Nasdaq Composite turun 189,34 poin, atau 1,4 persen, menjadi 13.352,78.

Dilansir dari Reuters, Jumat (28/1), Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga lebih banyak tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, dimulai pada Maret.

Suku bunga Fed Fund diperkirakan akan naik lima persen tahun ini, usai pernyataan Powell. Pasar bergerak setelah rilis pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu, yang meninggalkan suku bunga utama mendekati nol.

Analis melihat pertumbuhan pendapatan kuartal keempat untuk indeks S&P 500 sebesar 24,2 persen. “Angka-angkanya belum bangkit dan itulah faktor yang membatasi kenaikan sepanjang minggu ini,” kata Chief Executive Officer Horizon Investment Services Chuck Carlson.

Di balik perkiraan pendapatan kuartal pertama yang belum sesuai harapan, Intel Corp membuat sahamnya jatuh 7 persen.

Netflix melonjak 7,5 persen menyusul bahwa investor miliarder William Ackman telah mengumpulkan USD 1 miliar saham baru di perusahaan tersebut

Saham Tesla Inc turun 11.5 persen setelah perusahaan memperingatkan masalah pasokan akan berlangsung sepanjang tahun 2022. Saham saingannya, Lucid Group dan Rivian Automotive turun masing-masing 14,1 persen dan 10,5 persen .

Saham Apple Inc naik lebih dari 2 persen dalam pasca perdagangan, setelah perusahaan Iphone tersebut mengalahkan estimasi keuntungan.

Volume bursa AS senilai 13,28 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,86 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.563 dan level tertinggi 6.658 di sepanjang perdagangan hari ini.

Kemarin, Kamis (27/1), IHSG ditutup menguat ke level 6.611,26 atau naik 0,16 persen.

“Ada beberapa sentimen negatif penekan indeks bagi perdagangan di Bursa Indonesia Jumat ini,” ujar Edwin dalam risetnya, Jumat (28/1).

Sederet sentimen tersebut yaitu kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia ketiga jika kubu Rusia, China dan Korea Utara menyerang kubu Ukraina, AS dan negara NATO. Kemudian kekhawatiran kenaikan Fed Fund Rate serta tingginya kasus baru Omicron.

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG terlihat belum akan meninggalkan rentang konsolidasi wajarnya. William menyebut, selama resisten level belum dapat ditembus maka IHSG masih akan bergerak konsolidatif.

Di sisi lain, sentimen dari pergerakan market global dan regional juga turut membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

 

Leave a Comment