Saham-saham perusahaan teknologi rontok pada perdagangan bursa saham Amerika Serikat, Kamis (16/7). Tiga indeks utama Wall Street pun berakhir merah.
Dilansir dari Reuters, Jumat (15/7), melemahnya tiga indeks utama Wall Street dipengaruhi masih tingginya kasus virus corona. Pergerakan ekonomi pun jauh dari harapan karena penjualan ritel AS turun, sedangkan pengangguran bertambah.
Tercatat, Dow Jones Industrial Average .JJI turun 0,5 persen menjadi 26.734,71 poin, sedangkan S&P 500 .SPX kehilangan 0,34 persen menjadi 3.215,57. Nasdaq Composite .IXIC turun 0,73 persen atau berada di level 10.473,83.
S&P real estate .SPLRCR dan teknologi .SPLRCT indeks masing-masing kehilangan lebih dari 1 persen. Saham Apple turun 1,2 perseb dan Microsoft kehilangan 2 persenn, masing-masing lebih berat dari perusahaan lain di S&P 500.
“Data ekonomi menunjukkan masih ada tantangan ke depan. Kongres AS sebaiknya bertindak bersama, termasuk mencari stimulus fiskal lainnya,” kata Ahli Strategi Investasi Baird di Milwaemukee, Willie Delwiche.
Saham Twitter Inc (TWTR.N) juga turun 1,1 persen setelah peretas mengakses sistem internal untuk membajak beberapa public figure seperti kandidat presiden AS Joe Biden, bintang reality TV Kim Kardashian West, mantan Presiden AS Barack Obama, dan miliarder Elon Musk. Peretas juga meminta mata uang digital ke mereka.
Dalam perdagangan yang diperpanjang, Netflix (NFLX.O) pun anjlok 10 persen setelah laporan kuartalan layanan video streaming tersebut dirilis.
Saham Bank of America Corp (BAC.N) turun 2,7 persen setelah laba kuartal kedua lebih dari setengahnya. Sebaliknya, Morgan Stanley (MS.N) justru naik 2,5 persen setelah membukukan rekor laba kuartal kedua.
American Airlines (AAL.O) jatuh 7,4 persen setelah mengirimkan pesan bahwa bakal ada 25.000 potensi cuti ke frontliners dan memperingatkan bahwa permintaan untuk perjalanan udara melambat lagi.
Saham Tesla Inc (TSLA.O) turun hampir 3 persen setelah registrasi kendaraannya hampir setengahnya di negara bagian California AS selama kuartal kedua.