Wall Street Anjlok setelah Uji Coba Vaksin Corona Dihentikan

Ketiga indeks utama Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Selasa (13/10). Uji coba vaksin corona yang dihentikan dan belum adanya kesepakatan stimulus fiskal AS turut membebani momentum pelaporan pendapatan kuartal III yang tengah berlangsung.

Dilansir Reuters, Rabu (14/10), Dow Jones Industrial Average turun 157,71 poin atau 0,55 persen menjadi 28.679,81, indeks S&P 500 kehilangan 22,29 poin atau 0,63 persen menjadi 3.511,93 dan Nasdaq turun 12,36 poin atau 0,1 persen menjadi 11.863,90.

Johnson & Johnson mengumumkan bahwa mereka menghentikan uji klinis kandidat vaksin COVID-19 karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta penelitian. Penundaan tersebut membebani saham perusahaan, bahkan setelah laporan pendapatan di kuartal III. Sahamnya anjlok 2,3 persen.

Saingannya, Eli Lilly & Co, juga mengatakan pihaknya menghentikan uji coba antibodi virus corona karena masalah keamanan, mengirim sahamnya turun 2,9 persen.

“Kami mengalami lonjakan baru-baru ini, kemudian perusahaan obat besar menghentikan uji coba vaksin. Ini membuat pasar semakin khawatir,” kata Robert Pavlik, kepala strategi investasi di SlateStone Wealth LLC di New York.

Harapan untuk pengesahan paket bantuan virus corona memudar ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi menolak proposal bantuan tersebut senilai USD 1,8 triliun dari Gedung Putih, dengan mengatakan itu “jauh dari apa yang diminta saat pandemi dan resesi mendalam ini.”

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan Senat yang dipimpin Republik akan memberikan suara pada paket stimulus pengurangan yang ditargetkan pada hari Senin.

“(Washington) bermain-main dengan emosi pasar dan masa depan keuangan individu,” tambah Pavlik.

“Karena ini terus berlanjut, pasar melihat melampaui apa yang mereka katakan karena benar-benar yakin bahwa stimulus akan datang beberapa saat setelah pilpres,” lanjutnya.

Saham JPMorgan turun 1,6 persen, meskipun laba di kuartal III di atas proyeksi. Citigroup juga turun 4,8 persen karena rendahnya permintaan dan suku bunga. Indeks perbankan S&P secara umum kehilangan 2,7 persen.

Sementara itu, Apple Inc baru saja meluncurkan gadget andalannya, iPhone 12 dengan konektivitas 5G. Namun sahamnya turun 2,7 persen.

Pelaporan kuartal ketiga telah dimulai, analis melihat pendapatan S&P 500 secara rerata akan turun 19,6 persen dari tahun ke tahun, menurut data Refinitiv.

Emiten yang akan melaporkan keuangannya pekan ini antara lain Bank of America Corp, Goldman Sachs Group Inc, Wells Fargo & Co, UnitedHealth Group, United Airlines Holdings Inc, Morgan Stanley, dan Honeywell International Inc.

Saham Delta Air Lines Inc turun 2,7 persen, setelah maskapai komersial tersebut melaporkan penurunan 76 persen dalam pendapatan kuartalan dan mengumumkan telah menunda penghentian dana tunai yang ditargetkan.

Pembuat pesawat Boeing Co juga melaporkan pembatalan pesanan untuk pesawat 737 MAX yang dilarang terbang dan mengatakan jumlah pengiriman pesawat itu hanya setengahnya dari tahun lalu. Saham Boeing turun 3,1 persen, menjadi hambatan terbesar di Dow.

Volume di bursa AS adalah 8,50 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 9,72 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment