Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga, Wall Street Anjlok

PADA perdagangan Rabu 31 Januari 2024, Wall Street ditutup anjlok usai The Fed mempertahankan suku bunga. Hal itu menyebabkan investor kehilangan harapan pemangkasan suku bunga terjadi pada Maret.

Mengutip Reuters, Kamis (1/2) Industri Dow Jones (.DJI) turun 317,01 poin menjadi 38.150,30, S&P 500 (.SPX) kehilangan 79.32 poin menjadi 4,845.65 dan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 345,88 poin menjadi 15.164,01.

“Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga pada 5,25 persen-5,50 persen karena menurunnya inflasi secara bertahap dan perekonomian yang tangguh,” tulis laporan Reuters.

Dalam pernyataannya, FOMC mengatakan pihaknya tidak bisa memprediksi kapan waktu yang tepat untuk memangkas suku bunga. Sebab, inflasi AS belum bergerak ke target sasaran sebesar 2 persen.

“Tidak ada kejutan dalam pernyataan The Fed,” kata Wakil Presiden Senior Wealthspire Advisors, Oliver Pursche.

“Tampaknya kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak mungkin terjadi dan hal ini merupakan hal yang positif. Namun investor harus terus memperkirakan kenaikan suku bunga dalam jangka waktu yang lebih lama karena kita masih jauh dari data ekonomi yang akan mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reuters memproyeksi pergerakan indeks terjadi setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan FOMC yakin untuk menurunkan suku bunga. Setelah ada konfirmasi bahwa inflasi telah terkendali, namun secara efektif mengesampingkan penurunan suku bunga pada bulan Maret.

“Kabar baiknya adalah kita bisa melupakan pengetatan lagi,” Kepala Strategi Pasar B. Riley Wealth, Art Hogan.

“Tapi kabar buruknya adalah kapan bukan jika mereka akan menurunkan suku bunga,” imbuh Hogan.

Di sisi lain, hingga saat ini sudah ada 176 perusahaan teknologi yang sudah melaksanakan laporan keuangan. 80 persen di antaranya berhasil membukukan laba di luar ekspektasi.

Analis sekarang melihat pertumbuhan pendapatan S&P 500 kuartal keempat secara agregat sebesar 6,1 persen yoy lebih baik dari perkiraan 4,7 persen pada akhir kuartal.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Kamis (1/2). Pada perdagangan Rabu (31/1), IHSG ditutup menguat 15,724 poin atau 0,22 persen ke level 7.207,941.

Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan t IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.175–7.270. Ketua The Fed Jerome Powell mempertahankan tingkat suku bunga The Fed pada acara pertemuan bank sentral semalam, tapi pernyataannya membuat optimisme pelaku pasar pasar dan investor berkurang.

“Powell mengatakan bahwa The Fed tidak akan terburu buru untuk menurunkan tingkat suku bunga, sampai The Fed yakin bahwa inflasi telah bergerak secara berkelanjutan menuju 2 persen. Tentu saja hal ini telah membuat pelaku pasar dan investor kecewa, karena The Fed benar benar menggunakan jurus, ‘higher for longer’ yang mereka miliki dari awal,” tulis Pilarmas Investor Sekuritas dalam risetnya, Kamis (1/2).

Alhasil, probabilitas penurunan tingkat suku bunga pada bulan Maret, lagi lagi mengalami penurunan dari 46 persen menjadi hanya 34,9 persen. Berdasarkan pertemuan The Fed, komite tidak akan mencapai tingkat kepercayaan tersebut pada bulan Maret. Hal ini disampaikan dengan jelas dan tegas oleh Powell, sehingga tidak lagi pelaku pasar dan investor mendapatkan harapan palsu.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi posisi IHSG diperkirakan sedang berada di awal wave c dari wave (ii) sehingga pergerakannya masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.925-7.021 dengan catatan IHSG belum mampu menembus 7.271.

Support IHSG di level 7.092 dan 7,045, sedangkan resistance di level 7.271 dan 7.323. Adapun rekomendasi saham dari MNC Sekuritas adalah BBTN, EXCL, MIKA dan PGAS.

 

Leave a Comment