Usai Pertemuan The Fed, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan Rabu (6/7/2022), Wall Street berakhir menguat. Lantaran investor mengamati pendekatan Bank Sentral AS atau The Fed terhadap kebijakan suku bunga, bursa saham ditutup lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Sebelumnya, para pemain saham melakukan aksi jual besar-besaran imbas kebijakan suku bunga tersebut. The Fed kemudian mengeluarkan risalah untuk mengendalikan harga mengatasi persoalan inflasi.

Investor membaca adanya kemungkinan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan 26-27 Juli 2022 nanti. Ini membuat tiga indeks Wall Street mengalami fluktuasi yang cukup tinggi.

Berdasarkan laporan Reuters, Dow Jones Industrial Average berakhir naik 69,86 poin atau 0,23 persen menjadi 31.037,68. Sementara S&P 500 naik 13,69 poin atau 0,36 persen menjadi 3.845,08.

Adapun Nasdaq Composite bertambah 39,61 poin atau 0,35 persen ke level 11.361,85. Sebanyak 8 dari 11 subsektor S&P 500 ditutup lebih tinggi pada perdagangan ini.

Volume di bursa AS tercatat mencapai 11,31 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,08 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

S&P 500 tercatat membukukan 2 tertinggi baru 52-minggu dan 29 terendah baru. Nasdaq Composite mencatat 20 tertinggi baru dan 109 terendah baru.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Kamis (7/7). Pada perdagangan hari Rabu (6/7), IHSG melemah 56,865 poin (0,85 persen) ke level 6.646,410.

Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher memperkirakan IHSG akan menguji support di level 6.547-6.596 dan resistance di level 6.700-6.755.

“Secara teknikal candlestick sudah tertahan di support kuat lower Bollinger band dengan stochastic yang mencapai level jenuh jual,” kata Dennies dalam risetnya, Kamis (7/7).

Dennies mengatakan pergerakan IHSG akan didorong terutama oleh saham big caps yang telah melemah sepekan terakhir. Pergerakan terbatas karena masih dibayangi kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan suku bunga.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyebut peluang investasi jangka panjang masih terbuka lebar bagi investor dalam pasar modal Indonesia. Pergerakan IHSG yang berada dalam tekanan adalah peluang berharga.

“Peluang ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang cukup stabil, terlihat dari rilis data perekonomian terlansir. Ditambah dengan kinerja emiten yang diperkirakan akan cukup bagus sepanjang semester pertama tahun 2022. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” pungkasnya.

Dennies merekomendasikan beberapa saham yaitu TOWR dan BBCA. Bagi investor yang memiliki saham MIKA dan UNVR, Dennies menyarankan untuk menahan terlebih dahulu.

  1. TOWR

Target Price: 1.190 – 1.220

Entry Level: 1.100 – 1.130

Stop Loss: 1.080

  1. BBCA

Target Price: 7.500 – 7.600

Entry Level: 7.200 – 7.300

Stop Loss: 7.125

 

 

Leave a Comment