Usai Joe Biden Beri Tambahan Sanksi ke Rusia, Wall Street Melesat

Pada penutupan perdagangan Kamis (24/2/2022), indeks utama Amerika Serikat, Wall Street, berbalik arah dan mengalami kenaikan tajam. Pembalikan arah ini terjadi usai pernyataan Presiden AS Joe Biden yang akan memberikan sanksi tambahan terhadap Rusia karena melakukan invasi ke Ukraina.

Sanksi tersebut akan menargetkan empat bank Rusia yang memiliki aset lebih dari USD 1 triliun, termasuk bank terbesar di negara itu, Sberbank. “Itu berarti setiap aset yang mereka miliki di Amerika akan dibekukan,” kata presiden AS itu.

Biden sebelumnya juga memberikan sanksi terhadap Rusia, setelah mereka mengakui Luhansk dan Donetsk yang memisahkan diri di Ukraina Timur sebagai wilayah merdeka. Sanksi tersebut dijatuhkan kepada dua lembaga keuangan besar Rusia yaitu Corporation Bank for Development and Foreign Economic Affairs Vnesheconombank (VEB), PSB, dan 42 anak perusahaan mereka.

Saat Rusia melakukan serangan militer ke Ukraina, Wall Street anjlok. Nasdaq bahkan merosot hingga 20 persen di awal sesi perdagangan.

Dilansir dari Reuters, Jumat (25/2), Dow Jones Industrial Average naik 92,07 poin, atau 0,28 persen menjadi 33.223,83. Indeks S&P 500 naik 63,2 poin, atau 1,5 persen menjadi 4.288,7 dan Nasdaq bertambah 436,10 poin, atau 3,34 persen menjadi 13.473,59.

Biden juga mengingatkan warga Amerika bahwa konflik dapat menyebabkan harga bahan bakar lebih tinggi. Namun dia memastikan, pemerintah AS telah bekerja sama dengan negara mitra untuk merilis minyak tambahan dari cadangan minyak mentah global.

S&P 500 naik lebih dari 1 persen, mengakhiri penurunan di empat hari terakhir. Sektor teknologi informasi (.SPLRCT) naik 3,5 persen dan memberi dorongan besar pada S&P 500, sebagai aksi balik.

Di sisi lain, para investor juga khawatir tentang peningkatan inflasi berpotensi mempengaruhi Federal Reserve dan suku bunga yang tinggi.

Volume di Bursa AS sebesar 17,52 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 12,1 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.800 dan level tertinggi 6.896 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (23/2), IHSG ditutup melemah ke level 6.817,82 atau turun 1,48 persen.

“Kombinasi rebound Indeks DJIA dan harga komoditas menjadi booster sentimen positif bagi perdagangan di Bursa Indonesia di mana IHSG diperkirakan berpeluang menguat di hari Jumat ini,” tulis Edwin dalam risetnya, Jumat (25/2).
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam tekanan. Selain itu kondisi yang memanas antar negara global memberikan dampak terhadap market global. Hal ini menjadikan sentimen negatif yang berimbas pada kondisi market dalam negeri kemarin.
Namun masih ada beberapa sentimen positif yang diharapkan dapat mendorong IHSG. “Capital inflow yang masih terus terjadi ditambah dengan laporan Kinerja emiten untuk full year yang cukup stabil, diharapkan dapat memberikan sentimen yang bagus terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Leave a Comment