Wall Street kembali perkasa dengan kenaikan tiga indeks utamanya pada perdagangan Bursa Amerika Serikat, Rabu (19/4) waktu setempat, setelah dua hari memerah karena imbas sentimen kecelakaan mobil Tesla dan kasus corona beberapa negara melonjak.
Indeks Nasdaq Composite terkerek 1,19 persen menjadi 13.950,22. Dow Jones Industrial Average naik 0,93 persen menjadi 34.137,31 dan S&P 500 bertambah 0,93 persen menjadi 4.173,42.
Menguatnya Wall Street kali ini karena sejumlah saham naik imbas dari pemulihan ekonomi di AS. Kondisi juga menjadi penyeimbang dari merosotnya saham Netflix Inc hingga 7,4 persen.
Anjloknya saham Netflix terjadi usai perusahaan layanan streaming terbesar di dunia itu mengatakan produksi acara TV dan film lebih lambat selama pandemi dan mengganggu pertumbuhan pelanggan di kuartal pertama.
“Tetapi saham-saham menguat sepanjang hari, membangun kekuatan karena Indeks Nasdaq Composite yang padat teknologi mengambil alih persentase kenaikan S&P 500 sesaat sebelum penutupan perdagangan,” demikian laporan Reuters, Kamis (22/4).
Intuitive Surgical Inc melonjak 9,9 persen ke level tertinggi sepanjang masa karena eksperimen mereka melebihi ekspektasi. Perusahaan pembuat sistem bedah robotik ini bersaing dengan Microsoft Corp dan Tesla Inc untuk sebagian besar sesi sebagai kontributor terbesar bagi keuntungan indeks S&P 500.
Saham bernilai ekonomi sensitif naik 1,1 persen, melampaui kenaikan 0,8 persen dalam pertumbuhan, bahkan ketika Nasdaq yang berorientasi pada pertumbuhan tetapi lebih terkonsentrasi naik lebih dari S&P.
Indeks Russell 2000 dari saham-saham berkapitalisasi kecil naik 2,4 persen dalam kenaikan satu hari terbesarnya sejak 1 Maret lalu.
Meski saham Netflix anjlok dan sejumlah sektor utilitas turun, sembilan dari sebelas sektor S&P 500 naik yang berasal dari saham-saham layanan komunikasi.
“Anda (pasar) mengeluarkan Netflix dari deretan saham (perkasa) lainnya, tapi ini hanyalah reli berbasis luas. Saham teknologi masih memiliki ruang untuk dijalankan,” kata Kepala Strategi Pasar JJ Kinahan dari TD Ameritrade.
Analis lain memperkirakan perusahaan S&P 500 membukukan pertumbuhan pendapatan kuartal pertama sebesar 30,9 persen dari tahun sebelumnya. Proyeksi ini karena saham-saham teknologi jauh lebih pasti di masa pandemi.
“Investor merasa lebih yakin dengan prospek pertumbuhan pendapatan untuk teknologi. Mereka lebih tertarik pada hal yang pasti, yang saat ini adalah saham teknologi.” kata Kepala Strategi Investasi Sam Stovall dari CFRA Research, New York.
The VIX yang merupakan indeks volatilitas pasar CBOE turun di bawah 18 persen. Hal ini menunjukkan di hari-hari mendatang, pasar bisa terikat dalam pusaran kasus COVID-19 yang kian melonjak.
Verizon Communications Inc turun 0,4 persen setelah kehilangan lebih banyak pelanggan nirkabel dari yang diharapkan pada kuartal pertama. Sementara itu, saham T-Mobile US Inc dan AT&T Inc naik.
Saham operator kereta api AS CSX Corp justru naik 4,3 persen setelah laba kuartal I 2021 meleset dari perkiraan. Laba perusahaan tidak sesuai target karena dirugikan oleh suhu pusaran kutub yang dingin, pandemi, dan biaya bahan bakar yang lebih mahal.