Pada perdagangan, Kamis (22/6/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup beragam. S&P 50 dan Nasdaq ditutup menguat karena Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengusulkan bank sentral belum mencapai akhir siklus pengetatannya, namun memberi kepastian bahwa Fed akan melanjutkan dengan hati-hati. T
Mengutip Reuters, Jumat (23/6), Dow Jones Industrial Average turun 4,81 poin atau 0,01 persen menjadi 33.946,71. S&P 500 naik 16,2 poin atau 0,37 persen menjadi 4.381,89. Nasdaq Composite bertambah 128,41 poin atau 0,95 persen menjadi 13.630,61.
Nasdaq menguat ditopang momentum kenaikan saham oleh Amazon.com, Apple Inc, dan Microsoft Corp, sedangkan kenaikan S&P 500 tidak terlalu terlihat.
Powell muncul di hadapan Komite Perbankan Senat untuk bersaksi atas kebijakan moneter setengah tahun. Ia menegaskan kembali bahwa akan ada kemungkinan lebih banyak kenaikan suku bunga pada bulan-bulan mendatang, sentimen yang digaungkan Gubernur Fed Michelle Bowman pada awal sesi.
“Pasar yakin Fed akan menaikkan suku sekali lagi, bukan dua kali lagi seperti yang tersirat dalam ringkasan pasca pertemuan FOMC,” tambah Stovall.
“Selain itu, kemarin dan hari ini, Powell menegaskan kembali mereka akan bergantung pada data dan Wall Street memprediksi inflasi akan lebih cepat dingin, pengangguran akan merayap lebih tinggi seperti yang diinginkan Fed dengan kenaikan suku bunga,” sambungnya.
Investor terkejut saat Bank of England menerapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin yang lebih besar dari perkiraan untuk mengatasi inflasi Inggris, mencerminkan bukti bahwa pertumbuhan harga tetap menjadi angin ekonomi global.
Sekilas, pasar keuangan memprediksi probabilitas 77 persen dari kenaikan suku bunga 25 basis poin lainnya pada akhir pertemuan Fed bulan Juli, menurut alat FedWatch CME.
Di sisi ekonomi, klaim pengangguran tetap stabil di level tertinggi 20 bulan dan Indeks Ekonomi Utama Conference Board membukukan penurunan bulanan ke-14 berturut-turut, menunjukkan upaya Fed meredam ekonomi memulai efek sesuai ekspektasi.
KONSOLIDASI WAJAR
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami konsolidasi wajar pada perdagangan hari ini, Jumat (23/6). Pada penutupan perdagangan Kamis (22/6), IHSG ditutup melemah 50,37 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.652,26.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan, IHSG akan bergerak dalam rentang 6636 – 6742. Menurut dia, melewati akhir pekan IHSG masih terlihat akan berada dalam fase konsolidasi.
“Pasca rilis data perekonomian terkait tingkat suku bunga acuan, potensi pergerakan masih terlihat akan berada dalam tekanan yang bersifat teknikal koreksi. Sehingga momentum koreksi masih dapat dimanfaat investor baik jangka pendek, menengah hingga panjang, hari ini IHSG berpotensi melemah,” kata William dalam prediksinya.
Saham yang direkomendasikan William adalah UNVR, WIKA, PWON, HMSP, BBCA, BBNI, TLKM, EXCL, TBIG.
Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengungkapkan IHSG diperkirakan konsolidasi dengan kecenderungan melemah dalam rentang 6630-6680.
Dari eksternal, pasar menanti testimony dari Ketua The Fed Jereme Powell pada malam ini (22/6) dan rilisnya data pengangguran AS yang diperkirakan akan mengalami penurunan. Hal ini menjadi salah satu faktor keputusan The Fed pada FOMC mendatang. Data lain yang akan rilis seperti BoE Interest Rate Decision yang diperkirakan akan naik ke 4.75 persen dari sebelumnya 4.5 persen.
“Dari domestik, BI kembali menahan sukubunga acuan di 5.75 persen dalam RDG. Keputusan ini konsisten dengan stand kebijakan moneter untuk memastikan inflasi terkendali ke kisaran 3 persen +-1 persen yoy,” kata Alrich.
Saham yang direkomendasikan Alrich adalah SRTG, AGRO, ADMR, ERAA, MIKA, SAME, dan ELSA. (*)