PADA penutupan perdagangan Rabu (7/7/2021), ketiga indeks utama Wall Street melesat. Federal Reserve (The Fed) yang memberikan sinyal belum memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat ini disambut positif investor.
Dilansir dari Reuters, Kamis (8/7), Dow Jones Industrial Average naik 104,42 poin atau 0,3 persen menjadi 34.681,79, indeks S&P 500 naik 14,59 poin atau 0,34 persen menjadi 4.358,13, dan Nasdaq bertambah 1,42 poin atau 0,01 persen menjadi 14.665,06.
Berdasarkan risalah pertemuan kebijakan bank sentral AS bulan Juni, pejabat Fed menyebut ada kemajuan yang substansial pada pemulihan ekonomi. Namun mereka sepakat akan bertindak jika inflasi atau risiko lain terjadi.
“Saya membaca ini sebagai kumpulan catatan dovish yang efektif,” kata Brad McMillan, kepala investasi di Commonwealth Financial Network di Waltham, Massachussets.
Imbal hasil US Treasury selanjutnya berangsur lebih rendah setelah risalah Fed tersebut, sementara pasar saham naik lebih tinggi.
Risalah tersebut mencerminkan bahwa The Fed saat ini bergulat dengan risiko inflasi, tapi di satu sisi angka pengangguran masih relatif tinggi.
Sementara itu, regulator China mengatakan telah memberikan sanksi pada sejumlah perusahaan internet asal Negeri Tirai Bambu itu, termasuk Didi Global, Tencent, dan Alibaba, yang gagal melaporkan kesepakatan merger dan akuisisi sebelumnya untuk disetujui.
Saham Didi yang terdaftar di AS turun 4,6 persen, menambah kemerosotan hampir 20 persen pada hari Selasa.
Volume di bursa AS adalah 10,04 miliar saham, relatif datar dibandingkan dengan rata-rata 10,7 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Head of Research MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.991 dan level tertinggi 6.083 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (7/7), IHSG ditutup melamah ke level 6.044 atau turun 0,05 persen.
“Turunnya harga beberapa komoditas di hari kedua seperti Oil minus 2,04 persen, Coal minus 0,85 persen, CPO minus 1,3 persen serta EIDO minus 0,15 persen di tengah berlanjutnya Aksi Jual Investor Asing berpotensi menjadi faktor negatif bagi perdagangan Kamis ini,” tulis Edwin dalam risetnya, Kamis (8/7).
Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih betah berada dalam fase konsolidasi jangka panjang. Di sisi lain fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar Rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG mengingat kondisi sektor riil yang masih melambat.
Namun William mengatakan, momentum dari pergerakan fluktuatif IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading harian ataupun investasi jangka pendek. “Haru ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan,” ujarnya.
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), m dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).