The Fed Berencana Naikkan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah

Setelah Federal Reserve (The Fed) merilis risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru, Indeks utama Wall Street ditutup turun pada perdagangan Rabu (16/2//2022). Bank Sentral AS kembali memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.

Dikutip dari Reuters, Kamis (17/2), Dow Jones Industrial Average turun 90,29 poin, atau 0,26 persen menjadi 34.898,55, S&P 500 kehilangan 4,6 poin, atau 0,10 persen menjadi 4.466,47 dan Nasdaq Composite turun 68,48 poin, atau 0,48 persen menjadi 14.071,28.

Sepanjang perdagangan, ketiga indeks utama Wall Street berada di wilayah negatif, dengan sektor teknologi sebagai pemberat utama. Pelemahan ini salah satunya dipengaruhi oleh sentimen negatif dari ketegangan geopolitik.

Sejumlah data ekonomi pada hari Selasa menunjukkan adanya peningkatkan penjualan ritel, penguatan output industri, dan harga impor inti mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Di sisi lain Amerika Serikat dan NATO masih khawatir tentang pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. AS dan NATO menagih janji Rusia yang menyatakan pihaknya bakal menarik pasukan pada hari Selasa. AS dan NATO juga mempertanyakan keinginan Presiden Vladimir Putin untuk merundingkan solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Di antara 11 sektor utama di S&P 500, sektor teknologi mengalami penurunan persentase terbesar. Sementara sektor energi meningkat signifikan diuntungkan dari kenaikan harga minyak mentah karena kekhawatiran pasokan yang timbul dari ketegangan Rusia-Ukraina.

Saham ViacomCBS anjlok 19,1 persen setelah konglomerat media itu membukukan laba kuartalan yang meleset dari ekspektasi. Sedangkan saham Airbnb naik 5,4 persen menyusul perkiraan pendapatan kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh rebound kuat dalam demand perjalanan. Saham Devon Energy Corp naik 7,7 persen setelah produsen minyak tersebut melaporkan hasil kuartal keempat di atas perkiraan Wall Street.

MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada Kamis (17/2). Sebelumnya, IHSG ditutup positif perdagangan hari Rabu (16/2) pada posisi 6.850,19 atau naik 42,701 poin (0,63 persen).
CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat dalam range 6.698 – 6.876. Ia menyebut perkembangan pergerakan IHSG pada hari ini masih akan diwarnai oleh upaya IHSG untuk mencatatkan all time high-nya kembali.
“Para investor agar masih harus waspada terhadap risiko koreksi wajar selama IHSG belum mampu ditutup di atas resisten level terdekat yang masih mungkin terjadi,” ujar dia dalam risetnya, Kamis (17/2).
Momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, mengingat kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam keadaan stabil.
Saham-saham yang direkomendasikan William antara lain PT Bank Central Asia TBk (BBCA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Edwin juga menemukan sentimen negatif penahan IHSG yang disebabkan penurunan harga beberapa komoditas seperti Minyak sebesar 1,91 persen, batu bara sebesar 3,42 persen dan CPO sebesar 0,56 persen.

Leave a Comment