Investor global bereaksi terhadap tenggat waktu tarif dagang yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pada intinya, investor menyikapi situasi tersebut dengan tenang dan tanpa antusiasme berlebihan, karena mereka telah memperkirakan berbagai skenario dan yakin bahwa hal tersebut sudah tercermin dalam harga pasar.
Reaksi Investor yang Tenang
- Meskipun tenggat waktu untuk tarif dagang AS yang ditetapkan oleh Presiden Trump pada tanggal 9 Juli (hari Rabu) sudah dekat, investor global menyambutnya dengan tenang.
- Hal ini disebabkan karena investor telah memperkirakan berbagai skenario ringan terkait tarif dan percaya bahwa risiko-risiko tersebut sudah tercermin dalam harga pasar saat ini. Mereka merasa “lebih nyaman dan tenang” menghadapi berita soal tarif.
Latar Belakang Tenggat Waktu Tarif
- Pada Liberation Day tanggal 2 April, Trump mengumumkan jeda 90 hari untuk penerapan tarif.
- Beberapa hari sebelum jeda ini berakhir, pada Senin, 7 Juli, gelombang pertama surat berisi rincian tarif atas ekspor ke AS akan dikirimkan ke 12 negara.
- Investor yang telah memantau tanggal ini selama berbulan-bulan memperkirakan akan ada rincian lebih lanjut dan ketidakpastian yang berkepanjangan, karena mereka tidak yakin Trump akan menyelesaikan kesepakatan dagang dengan semua mitra AS dalam seminggu.
Perubahan Kebijakan Tarif dan Dampaknya
- Tingkat tarif dan tanggal pemberlakuan menjadi target yang terus bergerak. Pada 4 Juli, Trump bahkan menyatakan tarif bisa mencapai 70 persen mulai 1 Agustus, jauh lebih tinggi dari kisaran 10-50 persen yang diumumkan pada April.
- Sejauh ini, AS hanya mencapai kesepakatan terbatas dengan Inggris dan kesepakatan prinsip dengan Vietnam. Kesepakatan dengan India, Jepang, dan Uni Eropa masih belum tercapai atau mengalami hambatan.
- Meskipun ada ketidakpastian tarif, indeks saham global (.MIWD00000PUS) berada di rekor tertinggi, naik 11 persen sejak 2 April. Pasar sempat turun 14 persen setelah pengumuman awal, namun kemudian naik kembali sebesar 24 persen.
- Analis menyatakan bahwa jika pengumuman Liberation Day adalah “gempa utama,” maka surat tarif ini adalah “gempa susulan” yang dampaknya tidak akan sebesar yang pertama.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Pasar
- Pemotongan pajak Trump 2017 yang menjadi permanen disambut baik oleh pasar saham, namun investor obligasi tetap waspada karena kebijakan ini diperkirakan akan menambah utang nasional lebih dari USD 3 triliun.
- Indeks S&P 500 (.SPX) dan Nasdaq (.IXIC) mencatatkan kenaikan selama tiga minggu berturut-turut hingga 4 Juli, sementara indeks STOXX 600 Eropa (.STOXX) naik 9 persen dalam tiga bulan terakhir.
- Pada 4 Juli, saham sedikit tergelincir ketika RUU pemangkasan pajak disahkan, dan perhatian beralih ke tenggat 9 Juli.
- Dolar AS melemah karena pasar AS tutup lebih awal untuk libur nasional, dan pelaku pasar mempertimbangkan dampak RUU belanja besar-besaran yang akan menambah utang nasional.
- Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada 10 Juli justru mendorong ketiga indeks utama saham AS naik.
- Euro menguat dan poundsterling stabil.
- Imbal hasil obligasi AS naik karena pasar obligasi ditutup pada 4 Juli untuk libur nasional.
- Harga emas naik karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran kondisi fiskal AS dan risiko tarif.
- Harga minyak Brent dan WTI turun setelah Iran menegaskan kembali komitmennya terhadap non-proliferasi nuklir.