Laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang tumbuh lebih lemah dari perkiraan, berimbas kepada indeks utama Wall Street. Indeks utama ditutup anjlok pada akhir perdagangan Jumat (7/7/2023).
Mengutip Reuters, Senin (10/7) indeks Dow Jones Industrial Average turun 187,38 poin, atau 0,55 persen ke level 33.734,88, S&P 500 kehilangan 12,64 poin, atau 0,29 persen ke level 4.398,95 dan Nasdaq Composite turun 18,33 poin, atau 0,13 persen ke level 13.660,72.
Dalam sepekan, indeks S&P 500 turun sekitar 1,2 persen, Dow Jones turun sekitar 2 persen dan Nasdaq turun 0,9 persen. Kepala Strategi Global di LPL Financial, Quincy Krosby mengungkapkan AS meski mengalami pertumbuhan upah yang kuat secara terus-menerus, kondisi pasar tenaga kerja masih ketat.
“Investor lebih berhati-hati memasuki minggu yang sangat penting dengan dimulainya musim pendapatan dan pembacaan inflasi yang sangat penting di pertengahan minggu,” kata Krosby.
Laporan menunjukkan nonfarm payrolls meningkat sebesar 209.000 pekerjaan bulan lalu menyusul aksi jual pada Kamis yang dipicu oleh lonjakan private payrolls Juni. Kemudian memicu pula kekhawatiran Federal Reserve akan bergerak agresif menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi.
“Laporan pekerjaan hari ini saya pikir konsisten dengan apa yang ingin dilihat The Fed,” kata Analis Strategi Investasi di ClearBridge Investments, Josh Jamner.
“Itu tidak berarti, misi tercapai atau pekerjaan selesai. Tetapi pendinginan terus-menerus di pasar kerja pada akhirnya akan membuat hidup mereka lebih mudah,” imbuhnya.
The Fed masih diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini setelah berhenti pada bulan Juni. Sebab, pertumbuhan pekerjaan tetap di atas kecepatan dalam dekade sebelum pandemi. (*)
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Senin (10/7). Pada pekan lalu, IHSG menguat 0,82 persen pada posisi 6.716,459 dari 6.661,879 pada pekan sebelumnya.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan peluang pergerakan IHSG hingga saat ini masih terlihat belum akan beranjak dari fase konsolidasi wajar di tengah minimnya sentimen.
“Sedangkan masa-masa pembagian dividen dari emiten masih menjadi penopang pergerakan IHSG hingga saat ini,” kata William, Senin (10/7).
Menurutnya, potensi penguatan juga masih terbuka mengingat data data perekonomian juga menunjukkan kondisi perekonomian yang masih stabil, sehingga momentum koreksi masih dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian.
Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas menyebut IHSG masih berpeluang berbalik menguat untuk menguji kembali rentang area 6.767-6.841.
“Namun demikian, dapat dicermati akan adanya lanjutan koreksi IHSG yang akan menguji 6.677-6.696,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Tim analis MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu EXCL, SRTG, UNIQ, dan UNTR.
- EXCL – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 2.000-2.040
Target Price: 2.180, 2.260
Stop Loss: below 1.980
- SRTG – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.705-1.740
Target Price: 1.870, 2.000
Stop Loss: below 1.690
- UNIQ – Spec Buy
Spec Buy: 156-163
Target Price: 175, 194
Stop Loss: below 148
- UNTR – Buy on Weakness
Buy on Weakness: 23.375-23.800
Target Price: 24.450, 25.825
Stop Loss: below 22.825