Normalnya, sebuah perusahaan akan menginvestasikan sejumlah uang untuk mengembangkan sumber daya manusia dan membentuk para pemimpin yang baik di perusahaan. Namun, berbagai sumber riset terus-menerus menunjukkan tingkat kekecewaan yang tinggi terhadap hasilnya. Namun, sekalipun jutaan dollar telah dihabiskan untuk menerapkan strategi pengembangan kepemimpinan ini, masih ada begitu banyak pemimpin yang tidak efektif.
Lalu, apa masalahnya? Faktanya, tidak banyak perusahaan yang melakukan pengukuran gap sejak diniĀ antara para pemimpin yang ada saat ini dan pemimpin yang dibutuhkan di masa mendatang. Padahal, identifikasi gap ini mestinya dilakukan sedini mungkin. Inilah yang disebut sebagai leadership accountability gap. Jika kita melihat pada para tenaga marketing berpengalaman, mereka seolah-olah hidup di atas mantra bahwa anda harus selalu mengukur dua kali dan memotong sekali, ketika membangun sesuatu yang penting.

Filosofi ini terdengar sederhana, namun maknanya cerdas. Lakukan pengukuran dua kali untuk memastikan bahwa anda mengetahui ukuran sebuah benda secara persis. Dengan cara ini, anda tidak membuang-buang waktu, uang, dan sumber daya hanya untuk memotong sesuatu yang panjangnya salah. Kesalahan seperti ini adalah pemborosan, yang dapat mengurangi semangat kerja, dan pada akhirnya dapat menurunkan kinerja.
StrategiĀ Pengembangan Kepemimpinan: Mengukur Gap
Akuntabilitas kepemimpinan mencakup semua keahlian dan sifat yang ditunjukkan para pemimpin sukses dalam kehidupan sehari-hari. Para pemimpin yang akuntabel tidak mementingkan diri sendiri, sadar akan diri sendiri, dan berkomitmen dengan keberhasilan organisasi. Mereka juga menerima kegagalan dan berbagi kesuksesan dengan timnya. Jika ingin mengetahui strategi pengembangan kepemimpin yang cocok bagi sebuah perusahaan, maka mulailah dengan menghitung leadership accountability gap atau gap dalam akuntabilitas kepemimpinan.
Dalam sebuah survey global yang dilakukan oleh Forbes terhadap sejumlah pimpinan perusahaan dan pimpinan HR, hasilnya cukup mengejutkan: meskipun hampir tiga perempat responden mengatakan bahwa akuntabilitas kepemimpinan sangat penting untuk kesuksesan mereka, hanay 31% yang puas dengan tingkat akuntabilitas yang ditunjukkan oleh pimpinan mereka. Survey ini mencakup sejumlah sektor, industri, dan wilayah. Meskipun survey berhasil mengidentifikasi besaran masalah dalam skala global, namun belum tentu cukup bagi anda untuk mengidentifikasi besaran gap dalam akuntabilitas kepemimpinan di perusahaan anda.
Untuk mengetahui gap akuntabilitas tersebut, maka perusahaan bisa melakukan audit. Bagaimana caranya? Normalnya, seorang tukang kayu menggunakan meteran. Seorang teknisi bisa menggunakan GPS untuk mengukur jarak antara dua titik. Audit bisa menggunakan kuisioner dan sebuah proses yang dapat membantu perusahaan mengukur akuntabilitas di dalam perusahaan saat ini. Kuisioner bisa dirancang untuk mengumpulkan perspektif para pemimpin kunci, yang mungkin normalnya merasa nyaman menceritakan apa yang mereka lihat dan mereka dengar setiap hari kepada para pejabat eksekutif di perusahaan.
StrategiĀ Pengembangan Kepemimpinan: Audit terhadap Gap
Jadi, tulang punggung dari audit ini adalah kuisioner, daftar pertanyaan yang memungkinkan para pemimpin melakukan penilaian terhadap kondisi akuntabilitas secara menyeluruh. Selain itu, kuisioner tersebut mesti memuat satu bagian yang memungkinkan para pemimpin menulis jawaban mereka sendiri tentang aspek-aspek penting dalam budaya kepemimpinan. Mintalah mereka menjelaskan contoh akuntabilitas pemimpin yang kuat, dan catat bagaimana mereka menjelaskan tentang perjuangan atau masalah-masalah yang dihadapi para pemimpin.
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memberikan pandangan yang utuh tentang sikap para pemimpin terkait akuntabilitas. Pada akhirnya, hal ini membantu perusahaan untuk fokus pada upaya pengembangan berdasarkan kendala dan permasalahan real yang dihadapi. Nah, agar audit tersebut benar-benar menghasilkan dampak terhadap strategi pengembangan kepemimpinan di perusahaan, maka berikut adalah beberapa strategi kunci:
- Libatkan para pemimpin di luar tim eksekutif anda. Anda bisa memperluas jangkauan tim, dengan melibatkan para manajer tingkat menengah dan tingkat bawah, termasuk dari luar tim utama. Dengan melibatkan mereka, anda bisa mendapatkan pandangan yang lebih utuh terkait budaya kepemimpinan di semua level di dalam organisasi.
- Buat data agregat dan laporkan kepada para pemimpin. Strategi ini mungkin terdengar terlalu sederhana, namun sistem agregat dan pelaporan data secara transparan dapat membantu membangun kepercayaan di antara para pemimpin, dengan menunjukkan bahwa anda benar-benar berkomitmen membangun suatu budaya kepemimpinan yang akuntabel.
- Buat sebuah dashbord, untuk menyajikan indikator-indikator yang bermanfaat untuk menunjukkan kinerja perusahaan. Jangan menganggap bahwa jika audit sudah dilakukan sekali maka tugas anda selesai. Tidak demikian. Pastikan perusahaan melakukan pengukuran progress secara teratur untuk mengatasi berbagai masalah yang ditemukan saat audit awal. Sebuah dashboard dapat membantu memastikan bahwa akuntabilitas kepemimpinan selalu menjadi topik pembicaraan di antara tim eksekutif.
Dengan membangun suatu proses untuk mengumpulkan alat-alat ukur akuntabilitas kepemimpinan, berarti tugas untuk membangun suatu budaya akuntabilitas telah selesai lebih dari separuhnya. Berita baiknya adalah, begitu alat-alat ukur tersebut ditetapkan, maka jalan menuju akuntabilitas menjadi lebih singkat dan upaya menerapkan strategi pengembangan kepemimpinan menjadi lebih mudah.
Tagged With : gaya kepemimpinan