Strategi Pemasaran Yang Efektif untuk Meminimalisir Anggaran Iklan

Dalam sistem pemasaran konvensional, pemasaran dikatakan berhasil ketika konsumen berbondong-bondong datang ke sebuah perusahaan setelah mengiklankan produk atau jasanya. Namun, kondisinya tidak lagi sama saat ini. Strategi pemasaran tidak hanya sebatas menyampaikan kepada konsumen tentang apa yang ditawarkan sebuah perusahaan. Selain itu, berusaha menarik perhatian dan memastikan nama perusahaan anda diingat oleh konsumen adalah satu-satunya langkah untuk mencapai tujuan pemasaran.

Seiring dengan perkembangan teknologi, anggaran pemasaran sudah semakin berkurang. Direktur dan tim pemasaran perusahaan harus membuktikan bahwa setiap nilai uang yang ada digunakan dengan baik. Akibatnya, tim pemasaran mulai khawatir tentang bagaimana cara mendapatkan hasil yang lebih baik dan strategi pemasaran apa yang paling sesuai dengan mereka.

strategi pemasaran

Strategi Pemasaran untuk Hasil Yang Lebih Baik

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, cobalah pertimbangkan empat strategi pemasaran berikut ini:

Kerjasama dengan Influencer

Strategi pemasaran tradisional menggunakan iklan yang mungkin diarahkan pada auidens tertentu. Namun, pesan-pesan pemasaran ini bersaing satu sama lain di tempat yang sama. Iklan-iklan konvensional biasanya mengikuti sebuah formula. Namun, satu hal yang mesti dipastikan adalah agar biaya periklanana tidak dihabiskan secara sia-sisa.

Di era sosial media seperti saat ini, perusahaan mana yang tidak memiliki akun media sosial? Jadi, salah satu cara yang bisa digunakan perusahaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemasaran adalah bekerja sama dengan influencer media sosial.  Platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dapat dioptimalkan untuk bekerja sama dengan influencer.

Influencer biasanya adalah orang-orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial, bisa jadi selebriti atau tokoh-tokoh terkenal. Perusahaan bisa menjalin kerjasama untuk mempromosikan barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen sesuai dengan harga yang disepakati.

Membangun Software Pemasaran

Satu lagi strategi marketing yang bisa digunakan perusahaan untuk meminimalisir biaya pemasaran adalah membangun software pemasaran. Namun, sebelum software tersebut benar-benar dibangun, maka tim harus mencoba menjawab beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apa yang akan dilakukan perusahaan dengan software tersebut?
  • Apakah ada masalah khusus yang akan diselesaikan dengan penggunaan software tersebut?
  • Bagaimana aplikasi melakukannya?
  • Apakah perusahaan sudah memiliki staf yang ahli dalam penggunaan software tersebut?
  • Apakah perusahaan masih memerlukan seseorang atau sebuah tim untuk membantu mengembangkan software tersebut?

Langkah pertama yang sangat diperlukan untuk menentukan anggaran pemasaran adalah menetapkan tujuan penggunaan software dan memahami cara kerja aplikasi. Penganggaran untuk solusi pemasaran berupa software mesti didahului dengan pemasaran untuk hipotensis atau bukti sebuah konsep. Oleh sebab itu, perusahaan bisa mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan tersebut dengan mengidentifikasi orang-orang yang memiliki keahlian khusus dan melakukan riset pasar.

Pertimbangkan Pengalaman Pengguna Akhir (End-User)

Siapa pengguna akhir (end-user) dari software anda dan bagaimana mereka akan menggunakannya? Salah satu komponen kunci dalam pengembangan software berasal dari percobaan oleh pengguna real dan implementasi feedback, di mana langkah-langkah percobaan tersebut diulangi hingga software tersebut benar-benar disepakati dan dapat diimplementasikan. Pelaksanaan percobaan dan integrasi perubahan ke dalam software membutuhkan modal, tentunya.

Jika ukuran kecukupannya tidak ditentukan dari awal, maka sebuah perusahaan bisa saja (pada akhirnya) akan kehilangan uang karena harus membuat kembali produknya dan karena berkurangnya penjualan dan pendapatan perusahaan. Anggaran yang terbatas akan memberikan dampak langsung terhadap waktu dan kualitas. Dalam kaitannya dengan penganggaran, manusia akan cenderung berorientasi pada situasi  paling ideal.

Karena ada begitu banyak hal yang mesti dicapai dengan anggaran yang terbatas, ketidakcukupan dan inkonsistensi seringkali baru bisa ditemukan ditahap pengembangan. Kegagalan untuk membangun skalabilitas dan pengujian software tersebut akan sangat merugikan, karena ada potensi keterlambatan di akhir siklus pengembangan software. Akibatnya, pemulihan software nyaris tidak bisa dilakukan.

Buat Timeline Yang Realistis

Kapan software ini akan dibutuhkan? Ini selalu menjadi pertanyaan besar. Namun antara saat ini hingga deadline, banyak resiko dan permasalahan yang mungkin terjadi, dan dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk mengatasinya. Anda harus memperluas ruang lingkup pekerjaan untuk menjawab berbagai permasalahan dan pertanyaan, misalnya:

  • Apa yang akan dilakukan perusahaan dengan software tersebut?
  • Apa saja yang mungkin terjadi?
  • Apa ekspektasi tim pemasaran?
  • Pelatihan seperti apa yang dibutuhkan?

Anggaran yang ketat memaksa sebuah perusahaan untuk membangun applikasi bagi pengguna di satu platform saja. Kemudian, perusahaan perlu memastikan bahwa aplikasi tersebut ramah dengan berbagai platform (baik di iOS, Android, atau website). Jika tidak, perusahaan akan dirugikan secara finansial, karena dibutuhkan waktu lebih lama untuk memasarkan produk ke semua platform. Hal ini mempengaruhi semua pengguna yang sudah menggunakan aplikasi ini.

Sebagai kesimpulan, beberapa strategi pemasaran yang efektif untuk memastikan perusahaan mendapatkan hasil yang lebih baik antara lain bekerjasama dengan influencer, membangun software, mengutamakan pengalaman pengguna akhir (end user) dan membuat timeline yang realistis.

Tagged With :

Leave a Comment