S&P 500, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi, Wall Street Ditutup Bervariasi

Pada perdagangan, Jumat 23 Februari 2024, indeks utama saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi. Dengan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average yang kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.

Mengutip Reuters, Senin (26/2), indeks S&P 500 (.SPX) naik 1,77 poin atau 0,03 persen ke level 5.088,8 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 44,80 poin atau 0,28 persen menjadi 15.996,82. Rata-rata Industri Dow Jones (.DJI) naik 62,42 poin atau 0,16 persen menjadi 39.131,53.

Lebih lanjut, anak poster AI Nvidia (NVDA.O) naik 0,4 persen, dan sempat diperdagangkan di atas USD 2 triliun dalam penilaian pasar untuk pertama kalinya.

“Keuntungan Nvidia pada hari Kamis, satu sesi setelah pendapatannya meledak, telah mendorong produsen chip tersebut menambah nilai pasar saham sebesar USD 277 miliar, yang merupakan keuntungan harian terbesar yang pernah ada di Wall Street,” tulis laporan Reuters.

Meski mengalami kenaikan lebih kecil pada hari perdagangan terakhir minggu ini, kinerja Nvidia masih mendominasi perhatian pasar.

“Nvidia adalah salah satu perusahaan penting, jika bukan perusahaan utama, yang mendorong Nasdaq dan S&P 500 lebih tinggi,” kata Kepala Strategi Pasar Ameriprise Anthony Saglimbene.

Saglimbene mencatat investor telah mengabaikan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, yang sebaliknya bisa menjadi hambatan bagi pasar. Namun kinerja Nvidia dan perusahaan teknologi besar lainnya telah menghilangkan kekhawatiran The Fed.

“Konsentrasi saat ini sangat kuat pada Big Tech, khususnya pada Nvidia, sehingga tampaknya sudah melampaui batas tersebut,” katanya.

Nvidia telah menarik saham-saham Teknologi Besar dan pertumbuhan lainnya di sesi sebelumnya, karena investor memperdagangkan permainan AI. Beberapa dari nama-nama ini menyerahkan beberapa keuntungannya pada hari Jumat, seperti Apple (AAPL.O), Tesla (TSLA.O), dan Platform Meta (META.O), semuanya turun antara 0,4 persen dan 2,8 persen.

Adapun, untuk minggu ini, S&P 500 naik 1,7 persen, Dow naik 1,3 persen dan Nasdaq berakhir 1,4 persen lebih tinggi.

 

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah terbatas pada perdagangan Senin (25/2). Selama sepekan, IHSG melemah 0,55 persen dan ditutup di level 7.295,095 dari 7.335,545 pada perdagangan sebelumnya.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi untuk melanjutkan pelemahan terbatas pada area 7.250-7.270 di Senin.

“Dari dalam negeri, rilis data M2 Money Supply pada Januari 2024 yang tumbuh mencapai 5,4 persen yoy dari yang sebelumnya 3,3 persen yoy di Desember 2023,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (25/2).

Phintraco Sekuritas melanjutkan, hal tersebut sejalan dengan perkembangan penyaluran kredit yang mencapai 11,5 persen yoy di Januari 2024 dari yang sebelumnya sebesar 10,3 persen di Desember 2023.

Melalui rilis data tersebut, investor cenderung mengantisipasi rilis data inflasi Indonesia pada Jumat (1/3).

Senada, Analis MNC Sekurita,s Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 7.202-7.234 dahulu.

“Namun apabila IHSG tertahan oleh support di 7.197, maka IHSG berpeluang menguat kembali untuk menguji resistance 7.370-7.403 pada label merah,” lanjutnya.

Top picks saham dari Phintraco Sekuritas adalah ANTM, PGEO, TKIM, ESSA, ADMR, TLKM, dan EXCL. Sedangkan rekomendasi saham dari Herditya antara lain ERAA, IMAS, dan PGEO. (*)

 

Leave a Comment