Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Rabu, 28 Mei 2025. Pelemahan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama:
Kekhawatiran Investor Terhadap Federal Reserve
Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 6-7 Mei tidak mengungkapkan hal baru yang signifikan, namun menegaskan kembali kekhawatiran terhadap risiko inflasi dan kenaikan tingkat pengangguran dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini membuat investor cenderung berhati-hati dan memilih untuk menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global, seperti yang diungkapkan oleh Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Spartan Capital Securities.
Pembatasan Ekspor Software Chip ke China
Sentimen negatif pasar diperparah oleh laporan Financial Times yang menyatakan bahwa pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump memerintahkan perusahaan teknologi, termasuk penyedia software desain chip seperti Cadence Design Systems dan Synopsys, untuk menghentikan layanan mereka kepada entitas China. Kabar ini menyebabkan saham Cadence anjlok tajam hingga 10,7%, menunjukkan dampak signifikan pembatasan perdagangan terhadap sektor semikonduktor.
Performa Saham Nvidia yang Variatif
Saham Nvidia, raksasa chip semikonduktor, awalnya menunjukkan kenaikan 5% setelah jam pasar reguler setelah laporan penjualan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Namun, proyeksi pendapatan kuartal II/2025 yang di bawah perkiraan membuat investor tetap waspada. Saham Nvidia sendiri ditutup turun 0,5% di sesi reguler.
Dampak pada Indeks Utama
- Dow Jones Industrial Average melemah 0,58% menjadi 42.098,70.
- S&P 500 turun 0,56% menjadi 5.888,55.
- Nasdaq terkoreksi 0,51% menjadi 19.100,94.
Pergerakan Saham Lainnya
Meskipun pasar secara keseluruhan melemah, beberapa saham teknologi menunjukkan penguatan setelah penutupan pasar, seperti Broadcom yang naik 3,2% dan AMD yang menguat 1,5%.
Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
- Sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 masih mencatat kenaikan tipis 0,1%, namun belum pulih sepenuhnya ke level rekor yang dicapai pada 19 Februari 2025.
- Indeks ini sempat terpuruk hingga 18,9% akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan pada periode kedua pemerintahan Trump.
- Survei analis dan strategis dari Reuters menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar memperkirakan indeks akan berakhir tahun ini di sekitar level saat ini.
- Di Wall Street, jumlah saham yang melemah melebihi saham yang menguat dengan rasio 2,79:1, sementara di Nasdaq rasionya 2,04:1.
- Volume transaksi di bursa AS mencapai 15,6 miliar lembar, lebih rendah dari rata-rata harian 20 hari terakhir.
Singkatnya, pelemahan bursa saham AS ini mencerminkan kombinasi kekhawatiran terkait kebijakan moneter The Fed dan dampak negatif dari pembatasan perdagangan AS-China terhadap sektor teknologi, khususnya semikonduktor.