Saham Teknologi Naik, Wall Street Ditutup Menguat

XM broker promo bonus

PADA perdagangan Selasa (5/10/2021), indeks utama Wall Street ditutup naik tajam. Melesatnya saham Microsoft dan Apple, mendorong kenaikan tersebut. Selain itu juga didorong rilis data upah bulanan yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve AS tentang kapan harus mengurangi stimulus moneter.

Dikutip dari Reuters, Rabu (6/10), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,92 persen menjadi berakhir pada 34.314,67 poin, sedangkan S&P 500 (.SPX) naik 1,05 persen menjadi 4.345,73. Sementara Nasdaq Composite (.IXIC) naik 1,25 persen menjadi 14.433,83.

Saham Apple (AAPL.O), Microsoft (MSFT.O), Amazon (AMZN.O) dan Alphabet (GOOGL.O), perusahaan paling dengan valuasi terbesar di Wall Street, masing-masing naik lebih dari 1 persen.

Saham Facebook Inc (FB.O) juga rebound 2,1 persen sehari setelah platform tersebut offline selama berjam-jam.

Sembilan dari 11 indeks sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor keuangan (.SPSY), layanan komunikasi (.SPLRC) dan teknologi (.SPLRCT) memimpin.

Saham teknologi dan saham dengan pertumbuhan tinggi lainnya terpukul pada hari Senin karena imbal hasil Treasury AS lebih tinggi di tengah kekhawatiran tentang potensi default utang pemerintah AS.

Di sisi lain, investor akan mengamati data ketenagakerjaan September yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Ini akan menjadi tolok ukur tentang pengurangan program pembelian aset oleh Federal Reserve AS.

Selain itu, The Fed juga berencana memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang direncanakan. Sebab, data terbaru menunjukkan adanya peningkatan pada belanja konsumen, aktivitas pabrik yang naik dan inflasi yang meningkat.

Data dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks aktivitas non-manufaktur AS per September berada di angka 61,9, naik tipis dari 61,7 pada Agustus.

Sementara itu saham PepsiCo Inc (PEP.O) naik 0,6 persen setelah perseroan menaikkan target pendapatan tahunan penuh. Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,3 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,9 miliar saham.

Baca Juga:   The Fed Pangkas Suku Bunga, Wall Street Anjlok

BERGERAK MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan indeks saham akan bergerak di level support 6.123 dan level tertinggi 6.336 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Selasa (5/10), IHSG ditutup melemah ke level 6.288,04 atau turun 0,86 persen.

“Pola pergerakan IHSG saat ini terlihat kembali melalui rentang konsolidasi wajarnya pasca mengalami kenaikan pada hari sebelumnya,” tulis William dalam risetnya, Rabu (6/10).

Menurut William beberapa sentimen seperti fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar Rupiah dinilai belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG. Sebab kondisi sektor riil saat ini masih melambat.

Meski demikian William mengatakan momentum tekanan ini masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak melemah,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

 

 

Leave a Comment