Pada penutupan perdagangan Selasa (11/7/2023), Wall Street terpantau menguat. Penguatan itu didorong optimisme menjelang laporan inflasi utama serta kenaikan saham JPMorgan dan sektor keuangan lainnya.
Investor masih menunggu tentang apakah tekanan harga mereda dan kemungkinan Federal Reserve (the Fed) mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunganya.
Dikutip dari Reuters (12/7), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 317,02 poin atau 0,93 persen menjadi 34.261,42. S&P 500 (.SPX) naik 29,73 poin atau 0,67 persen menjadi 4.439,26, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 75,22 poin atau 0,55 persen menjadi 13.760,70.
Data harga konsumen AS akan dirilis pada hari Rabu, sedangkan laporan harga produsen akan dirilis pada hari Kamis. Beberapa pejabat the Fed mengatakan minggu ini bank sentral kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengekang inflasi, diikuti proyeksi siklus pengetatan semakin dekat.
Saham JPMorgan Chase & Co (JPM.N) naik 1,6 persen setelah Jefferies, investment bank berbasis di AS, meningkatkan saham menjadi “beli” menjelang hasil kuartalan bank yang akan dirilis pada hari Jumat.
Laporan dari JPMorgan dan bank besar lainnya akhir pekan ini diharapkan secara tidak resmi memulai awal periode pelaporan kuartal kedua. Indeks perbankan S&P (.SPXBK) naik 1,5 persen.
Bank-bank di Wall Street diperkirakan akan melaporkan laba yang lebih tinggi untuk kuartal kedua karena kenaikan pembayaran bunga mengimbangi penurunan dalam pembuatan kesepakatan.
Saham Energi (.SPNY) juga melonjak seiring dengan kenaikan tajam harga minyak.
Di antara peraih S&P 500 terbesar pada hari itu, saham perusahaan pembuat video game Activision Blizzard (ATVI.O) melonjak 10 persen. Adapun saham S&P alami kenaikan 15,6 persen sepanjang tahun ini.
Saham Salesforce (CRM.N) naik 3,9 persen setelah perusahaan layanan cloud ini mengatakan akan menaikkan harga beberapa figur cloud dan alat pemasarannya;
Selain itu, saham Amazon.com (AMZN.O) naik tipis 1,3 persen dengan acara belanja diskon 48 jam “Prime Day” yang berlangsung minggu ini.
Volume di bursa AS adalah 9,97 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,1 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (12/7). Pada perdagangan Selasa (11/7), indeks saham ditutup menguat 65,886 poin atau 0,98 persen ke level 6.796,924.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan IHSG hari ini bakal bergerak dalam rentang 6.750-6.820. Saham-saham healthcare menjadi salah satu mover utama IHSG. Hal ini dipicu euforia pasar terhadap pengesahan UU omnibus law kesehatan.
“Kondisi ini belum tentu berlanjut di Rabu, pasalnya pelaku pasar akan mulai menilai dampak UU omnibus law kesehatan ke kinerja emiten healthcare,” kata Alrich, Rabu (12/7).
Dari eksternal, inflasi Jerman naik ke 6,4 persen yoy di Juni 2023 dari 6,1 persen yoy di Mei 2023, serta unemployment rate di Inggris naik ke 4 persen di Mei 2023 dari 3,8 persen di April 2023.
“Kondisi tersebut diperkirakan memicu dilema pada bank sentral di Eropa dalam mempertahankan agresivitas kenaikan suku bunga acuan dalam pertemuan-pertemuan mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas menyebut pergerakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 6.803-6.841.
“Cermati area support 6.711. Apabila IHSG break area tersebut, diperkirakan IHSG akan terkoreksi menuju 6.677-6.694,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Alrich memproyeksi KLBF, SIDO dan MIKA berpotensi melanjutkan rebound selama tidak terjadi pullback di awal perdagangan Rabu. Saham lain yang dapat diperhatikan di antaranya BMRI, BBRI, TLKM, ICBP, HMSP dan MYOR. (*)