Saham Raksasa Teknologi Merosot, Wall Street Melemah

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Senin (4/1/2021), Wall Street ditutup melemah tajam. Sebagai imbas kenaikan imbal hasil Treasury, investor melepas saham-saham raksasa teknologi atau Big Tech dan saham pertumbuhan lainnya pada perdagangan Senin. Kekhawatiran potensi default utang pemerintah AS juga membuat investor waspada.

Dikutip dari Reuters, Selasa (5/10), Dow Jones Industrial Average turun 0,94 persen menjadi 34.002,92 poin. Sedangkan S&P 500 kehilangan 1,30 persen menjadi 4.300,46. Nasdaq Composite turun 2,14% menjadi 14.255,49.

“Untuk Big Tech, ini adalah hal jangka pendek hingga menengah, bagian dari proses koreksi. Suku bunga jelas terlalu rendah, sebagian besar karena kebijakan bank sentral, dan sekarang karena investor mengantisipasi kebijakan tersebut muncul kembali, suku bunga diturunkan,” jelas Jack Ablin, Chief Investment Officer di Cresset Wealth Advisors di Palm Beach, Florida.

Apple, Microsoft, Amazon dan Alphabet, keempat raksasa di pasar saham AS, masing-masing turun lebih dari 2 persen. Facebook juga merosot hampir 5 persen setelah aplikasi dan platform berbagi foto Instagram turun untuk ribuan pengguna, menurut situs pelacakan pemadaman Downdetector.com.

Imbal hasil Treasury AS naik karena investor khawatir tentang kurangnya perbaikan plafon utang di Kongres AS dan menantikan rilis data ketenagakerjaan. Ini bisa menjadi pengurangan pembelian aset Federal Reserve.

Penutupan S&P 500 dan Nasdaq adalah yang terendah sejak Juli. S&P 500 kini telah jatuh sekitar 5 persen dari rekor penutupan tertinggi pada 2 September. Lebih dari setengah saham S&P 500 turun 10 persen atau lebih dari level tertinggi, termasuk 71 saham yang turun lebih dari 20 persen.

Beberapa kantong pasar menikmati penurunna tersebut, dengan indeks energi dan utilitas S&P 500 keduanya menguat. Saham Merck & Co naik 2,1 persen. Saham Merck juga naik. Tesla Inc naik 0,8 persen setelah kendaraan listrik mencapai rekor pengiriman kuartalan yang melampaui target.

Baca Juga:   Terseret Lonjakan Kasus COVID-19 di Berbagai Negara, Wall Street Merosot

Volume di bursa AS mencapai 11,1 miliar saham. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 10,8 miliar.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Pada penutupan perdagangan saham Senin (4/10), IHSG ditutup menguat 113.841 poin (1,82 persen) ke posisi 6.342.686.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG akan bergerak menguat di rentang 6.236 hingga 6.372.

“Potensi kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar selama IHSG mampu dipertahankan di atas resisten level berikutnya, hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” ujar William dalam risetnya, Selasa (5/10).

Pergerakan IHSG, kata dia, kembali menunjukkan kekuatan dengan menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik. Sedangkan sentimen dari pergerakan market global serta regional masih akan turut membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Saham-saham yang direkomendasikan William:

– PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

– PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

– PT Astra Internasional Tbk (ASII)

– PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI)

– PT. Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

– PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

– PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA)

– PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

 

Leave a Comment